Lezatnya Pepes Capung Khas Jungutan Karangasem, Laris Diburu Pembeli

Yunda Ariesta, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 298 2362722 lezatnya-pepes-capung-khas-jungutan-karangasem-laris-diburu-pembeli-D4JzSGUeeu.jpg Kuliner unik pepes capung khas Desa Jungutan, Karangasem, Bali. (Foto: Yunda Ariesta/iNews)

BELAKANGAN makanan tradisional pepes capung khas Desa Jungutan, Karangasem, Bali, kembali laris diburu masyarakat. Ini menjadi penganan favorit yang hampir dikonsumsi tiap hari.

Jika berkunjung ke Desa Jungutan akan tampak beberapa warung menjajakan olahan capung, salah satunya pepes capung dengan repah lokal. Sajian ini sangat lezat dan dipastikan siap menggoyang lidah penikmatnya.

Baca juga: Pangsit Ariake, Makanan Paling Mengerikan yang Mirip Alien 

Di Desa Jungutan sendiri memang masih banyak hamparan sawah dengan serangga capung yang berterbangan. Siapa sangka, serangga capung yang melimpah ini dimanfaatkan warga lokal untuk dikonsumsi.

Di sana ada beberapa warung yang menjajakan olahan capung, salah satunya olahan pepes capung yang laris diburu warga.

Kuliner unik pepes capung khas Desa Jungutan, Karangasem, Bali. (Foto: Yunda Ariesta/iNews)

Tidak hanya capung, di musim tertentu beberapa warung juga menjajakan olahan limfa capung yang dipadukan dengan rempah khas; di antaranya cabai, bawang merah, bawang putih, kencur, jahe, bangle, terasi dan garam, serta daun salam.

Semua bahan tersebut diulek sampai halus, lalu dicampur ke dalam ampas minyak atau orang lokal sering menyebut telengis.

Baca juga: Mengenal Ragam Makanan Musim dari Semua Negara 

Setelah dicampur, barulah capung yang telah dihilangkan sayapnya dimasukkan. Campuran ini kemudian siap dibungkus, sebelum dibakar.

Dengan bumbu yang sama, limfa capung juga dicampur dan dibungkus seperti pepes capung. Setelah itu, pepes siap dibakar di arang api.

Satu porsi pepes biasa dijual Rp2 ribu. Tanpa penyedap buatan, penganan ini laris karena rasanya yang enak.

"Sudah empat tahun saya jualan. Di sini bahan baku capung agak mudah didapat. Saya bikin 40 sampai 50 bungkus per harinya, habis semua," ungkap penjual pepes capung Ni Wayan Putu Dariani.

Baca juga: 5 Makanan Unik Bertema Corona, dari Burger hingga Telur 

Menambah cita rasa, pepes capung biasa disajikan dengan ketupat belayang khas Karangasem. Ketupat ini memiliki rasa legit, bercampur dengan pepes campur yang gurih, membuat warga luar desa jauh-jauh datang untuk mencicipi penganan tersebut.

"Baru pertama kali nyicipin ini. Dapat info dari teman. Rasanya gurih terus bumbunya berasa, bumbu Bali-nya berasa banget. Ya nanti pasti balik lagi," kata salah seorang pembeli bernama Ayu Purnamiati.

Kuliner unik pepes capung khas Desa Jungutan, Karangasem, Bali. (Foto: Yunda Ariesta/iNews)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini