WHO Beri Izin Penggunaan Vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca

Antara, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 08:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 481 2362706 who-beri-izin-penggunaan-vaksin-covid-19-oxford-astrazeneca-gacRGRwe22.jpg Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Reuters)

PADA Senin 15 Februari kemarin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi memberi izin penggunaan darurat vaksin covid-19 buatan Oxford University dan AstraZeneca. Izin ini diharapkan oleh banyak pihak dapat memperluas distribusi vaksin virus corona ke negara-negara berkembang dengan harganya yang cukup terjangkau.

"Kami telah memastikan semuanya siap untuk vaksin segera didistribusikan. Namun, kami masih harus meningkatkan produksi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Gebreyesus saat jumpa pers, seperti dilansir Reuters.

Baca juga: Indonesia Resmi Beli Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Novavax, Total 100 Juta Dosis 

"Kami akan terus meminta para produsen vaksin covid-19 mengirim informasi ke WHO bersamaan dengan waktu mereka menyerahkan informasi itu ke negara-negara maju," kata Tedros terkait informasi mengenai produksi vaksin.

WHO lewat pernyataan resminya mengumumkan pihaknya telah mengeluarkan izin pakai darurat (EUA) untuk vaksin covid-19 yang diproduksi AstraZeneca bersama SKBio (Korea Selatan) dan oleh Serum Institute of India (SII).

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

Vaksin ini masuk daftar WHO setelah sekelompok ahli merekomendasikan vaksin covid-19 buatan Oxford University dan AstraZeneca masuk daftar penggunaan darurat.

Para ahli mengatakan dua dosis vaksin dapat diberikan ke seluruh orang dewasa dan jarak antara kedua dosis adalah sekira 8 sampai 12 minggu. Vaksin itu diyakini dapat digunakan untuk mencegah varian baru covid-19 yang ditemukan di Afrika Selatan.

Baca juga: Selain Lansia, Ini Penerima Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 yang Dimulai 17 Februari 

Hasil evaluasi WHO menunjukkan vaksin covid-19 AstraZeneca telah memenuhi kriteria dan syarat wajib terkait keamanan vaksin. Manfaat yang diperoleh dari vaksin itu dikatakan masih lebih banyak daripada risikonya.

Vaksin buatan Oxford University dan AstraZeneca diterima dengan baik di banyak negara karena lebih murah jika dibandingkan dengan vaksin buatan Pfizer dan BioNTech.

WHO pada Desember 2020 mengeluarkan izin pakai darurat untuk vaksin covid-19 buatan Pfizer/BioNTech.

Reuters, lewat survei mandirinya, menyebut hampir 109 juta orang di dunia kena covid-19 dan lebih dari 2,5 juta jiwa meninggal akibat penyakit tersebut.

Sejak covid-19 pertama kali dilaporkan mewabah di Kota Wuhan, China, pada Desember 2019, covid-19 telah menyebar ke lebih dari 210 negara dan wilayah.

Baca juga: Studi: Pandemi Covid-19 Membuat Orang Jadi Lebih Baik Hati 

Jumlah vaksin yang akan disediakan oleh AstraZeneca lewat skema pengadaan vaksin dunia, COVAX, cukup banyak. Lebih dari 330 juta dosis akan segera dikirim ke negara-negara miskin pada akhir Februari.

Izin pakai darurat vaksin yang dikeluarkan WHO dapat jadi rujukan bagi negara-negara miskin dan berkembang untuk segera mengeluarkan izin untuk penggunaan vaksin.

COVAX Faciliy digerakkan oleh aliansi global vaksin (GAVI), WHO, serta Epidemic Preparedness Innovations, UNICEF, dan Dana Anak PBB (UNICEF). Dosis yang ada saat ini diyakini dapat melindungi rata-rata 3,3 persen dari total populasi di 145 negara berkembang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini