Berbagai Efek Samping Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 481 2362912 berbagai-efek-samping-usai-disuntik-vaksin-covid-19-pvDzstWBFz.jpg Divaksin Covid-19 (Foto: The New York Times)

Tak dipungkiri sebagian orang mungkin masih merasa cemas dan takut akan efek samping yang dialami usai disuntik vaksin Covid-19. Tapi jangan khawatir berlebihan sebab efek samping yang terjadi pasca divaksin bisa jadi adalah efek samping yang disebutkan oleh para ahli sebagai efek samping yang sudah biasa muncul.

Amanda Cohn, MD, CAPT, USPHS, Pakar dari Centers for Diease Control and Prevention (CDC) baru-baru ini membagikan apa saja sebetulnya efek samping umum alias yang biasa terjadi setelah disuntik vaksin Covid-19.

 Vaksin Covid-19

Mengutip Foxnews, Selasa (16/2/2021) Amanda menyebutkan, ada tiga efek samping biasa pasca-vaksinasi Covid-19, yakni rasa nyeri, kelelahan, dan demam ringan.

“Orang-orang memang punya reaksi ringan terhadap vaksin. Terutama setelah penyuntikan dosis yang kedua, jadi kita harus siap dengan rasa nyeri, kemungkinan merasa kelelahan, dan demam ringan,” kata Amanda yang juga merupakan anggota National Center for Immunization and Respiratory Diseases CDC.

Amanda menegaskan, tiga efek samping ringan ini diharapkan akan hilang dengan sendirinya setelah satu sampai dua hari.

“Itu bukan Covid, itu tubuh Anda sedang membangun respons kekebalan terhadap protein yang meniru penyakit,” imbuhnya.

Untuk vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech, CDC sudah merilis pernyataan bahwa dua vaksin ini kemungkinan memunculkan efek samping seperti rasa sakit, bengkak di titik area penyuntikan, demam, mengigil, dan sakit kepala.

Di sisi lain, Ahli Penyakit Menular, Dr. Anthony Fauci memperingatkan bahwa harus diingat tak semua orang yang divaksin akan mengalami efek samping. Tidak mengalami efek samping apapun pasca-disuntik pun, tak berarti vaksinasi tersebut tidak efektif.

Senada dengan Dr. Anthony Fauci, Dr. Shira Doron, Dokter Penyakit menular dan ahli epidemiologi rumah sakit di Tufts Medical Center juga menyebutkan jika tak bereaksi setelah divaksin bukan artinya tubuh kita tidak terlindungi.

“Ketika bicara soal vaksin Covid-19, frasa ‘no pain no gain’ itu tidak berlaku. Studi tidak mendukung ide, kalau Anda hanya mengalami reaksi ringan atau tidak bereaksi sama sekali itu bukan berarti Anda kurang terlindungi. Sistem kekebalan tubuh sangat kompleks dan semua orang akan bereaksi berbeda dan karena alasan yang berbeda,” tegas Dr. Shira

Ia menambahkan, secara keseluruhan, orang-orang dengan usia yang lebih muda cenderung bereaksi lebih kuat. Selain itu, wanita memiliki lebih banyak reaksi lokal (tetapi tidak reaksi yang lebih umum), dan reaksi setelah suntikan dosis kedua lebih menonjol daripada setelah yang pertama. Tapi, sekali lagi pengalaman setiap orang mungkin sangat berbeda.

Bagi orang-orang yang tidak mengalami efek samping apapun setelah disuntik vaksin, Ahli Epidemiolog Dr. Richard Ellison menyebut, orang-orang tersebut mungkin hanya lebih beruntung saja.

“Mengalami gejala artinya tubuh Anda bereaksi terhadap vaksin. Tapi ada juga orang yang bisa memiliki respons antibodi yang sangat baik tanpa gejala. Mereka hanya lebih beruntung. Sangat biasa untuk mengalami reaksi setelah penyuntikan dosis kedua, yang mana sangat biasa untuk vaksin dua dosis,” jelas Dr. Richard.

Untuk orang-orang yang merasakan efek samping setelah vaksinasi Covid-19. Disarankan untuk mengompres titik area yang disuntik dengan kain lap bersih, dingin, dan basah untuk mengatasi rasa sakitnya.

Selain itu, direkomendasikan juga untuk menggerakkan dan melatih lengan untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Jika mengalami demam, jangan lupa untuk minum banyak cairan, dan berpakaian dengan bahan yang ringan dan nyaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini