Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Berpotensi Diperpanjang?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 481 2363513 vaksinasi-covid-19-di-pasar-tanah-abang-ditargetkan-5-hari-bisakah-diperpanjang-X0K7w0sTuW.jpg Proses vaksinasi pedagang Pasar Tanah Abang. (Foto: Tangkapan layar YouTube BPMI)

PEMERINTAH pada hari ini resmi memulai program vaksinasi covid-19 tahap kedua yang menyasar kelompok lanjut usia (lansia) dan pekerja publik. Vaksinasi perdana dilakukan di Pasar Tanah Abang dengan target sebanyak 9.700 orang divaksin dan diprediksi selesai dalam lima hari.

Pemberian vaksin covid-19 berjalan lancar dan ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Presiden Joko Widodo, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ditargetkan sebanyak 1.500 pedagang Pasar Tanah Abang dapat divaksinasi pada hari pertama ini.

Baca juga: Pedagang Pasar Tanah Abang Jalani Vaksinasi Covid-19 

Meski demikian, banyak yang bertanya apakah proses vaksinasi di Pasar Tanah Abang dapat selesai tepat waktu, atau ada potensi diperpanjang lebih dari lima hari?

Menjawab hal tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin menilai akan melihat jumlah fasilitas yang tersedia untuk vaksinasi di Pasar Tanah Abang. Meski demikian, ia berharap vaksinasi dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana yang telah dibuat.

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

"Nanti kita lihat, ini kan baru hari pertama, tapi saya lihat mejanya lumayan banyak dan masih ada yang belum terisi. Saya rasa nanti sianganlah, mudah-mudahan kita bisa lihat apakah memang fasilitasnya cukup atau tidak," terang Menkes Budi dalam siaran langsung di kanal YouTube Kementerian Kesehatan, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Menkes Targetkan Vaksinasi 9.700 Pedagang Pasar Tanah Abang dalam 5 Hari 

Lebih lanjut ia menyatakan menggunakan cara mendatangi masyarakat secara langsung agar proses vaksinasi covid-19 dapat berjalan lebih efektif. Menkes Budi juga menegaskan akan menerapkan sistem yang dilakukan di Pasar Tanah Abang pada sejumlah pasar lain di wilayah Jakarta.

"Kita mencoba, orangnya tetap dan kitanya yang datang. Jadi ini model berbeda. Kalau kita yang datang kan biasanya ada lokasi tertentu yang bisa kita pilih. Tapi setelah melihat pilot project ini kita akan masuk ke semua pasar di Jakarta secara bertahap," lanjutnya.

Dirinya menegaskan ada sekira 115 pasar di Jabodetabek yang akan menggunakan sistem tersebut dan dilakukan secara bertahap. Sistem yang sama juga akan menjadi model pada provinsi-provinsi lainnya di Tanah Air.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini