Amankah Makan Bareng dengan Orang yang Sudah Divaksin Covid-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 481 2363607 amankah-makan-bareng-dengan-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19-yo3ROvWmjX.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Rencana kumpul kembali dengan orang tersayang jadi hal yang sangat diharapkan banyak dari Anda. Tapi, apakah rencana itu dapat terwujud setelah vaksinasi Covid-19 dilakukan?

Ya, makan bareng di satu meja besar dan saling bertukar cerita dengan sahabat jadi hal yang sulit sekarang. Meski sudah ada vaksin Covid-19, upaya tersebut masih diragukan untuk bisa dilakukan.

Namun, menurut Dr Anthony Harris, ketua dokter Covid-19 di national health company WorkCare, rencana itu bisa dilakukan asal semua orang yang hadir sudah divaksin dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Menurut saya, jika Anda dapat memastikan semua orang telah divaksinasi dan masih melakukan pemeriksaan secara rutin, maka makan malam bersama boleh dilakukan," kata dr Harris dilansir dari New York Post.

Vaksin Covid-19

Baca Juga : 4 Potret Nissa Sabyan, Viral Karena Dituding Jadi Selingkuhan Keyboardis Band Sendiri

Meskipun ada banyak faktor dan presentase terkait keamanan yang perlu diperhatikan, berkumpul di dalam ruangan dengan beberapa teman yang sudah divaksinasi secara umum baik-baik saja. "Tapi, saya tegaskan untuk tetap menggunakan masker dan menjaga jarak saat tidak sedang makan," katanya.

"Jika orang yang hadir sudah divaksin dan jumlahnya tidak banyak, kecil sekali risiko paparan Covid-19-nya," tambah dr Harris. Satu hal yang perlu dicatat, pastikan benar-benar tamu yang Anda undang, jangan dulu beri izin pada teman yang meski sudah divaksin Covid-19 tapi diketahui baru saja melakukan kontak erat dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19.

makan bersama

"Meski risikonya rendah, tapi tetap saja ada kemungkinan seseorang terinfeksi. Jadi, pertimbangkan risikonya," kata dr Harris.

Kemudian, apakah boleh mengundang teman penyintas Covid-19? Dokter Harris menjawab boleh. Secara teori, penyintas Covid-19 memiliki antibodi di dalam tubuh karena terpapar langsung virus hidup. Tapi, penelitian menunjukkan bahwa jumlah antibodinya tidak lebih banyak dari mereka yang divaksin.

"Mereka para penyintas Covid-19 memiliki antibodi alami dan itu menurunkan risiko tertular dan menyebarkan virus baru. Tapi, sekali lagi saya katakan, tetap ada kemungkinan meski risikonya rendah," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini