Waspada Kanker Prostat, Bagaimana Cara untuk Screening Awal?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 481 2363634 waspada-kanker-prostat-bagaimana-cara-untuk-screening-awal-ZbG1wsALqT.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KANKER prostat mengancam laki-laki di atas 50 tahun. Lalu apa saja faktor risikonya dan bisakah dihindari?

Dijelaskan Ahli Urologi dr Marto Sugiono, SpU dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, prostat berada di daerah kelamin laki-laki. Prostat letaknya di bawah kandung kencing, tempatnya saluran kencing dan air mani.

"Prostat fungsinya mengeluarkan air kencing dan air mani, dua cairan tergantung aktivitasnya apa. Jika saluran kencingnya kejepit ditandai dengan kencing tak lancar itu bisa terjadi tumor ganas atau kanker," terangnya saat webinar.

 kanker prostat

Kanker prostat menduduki nomor dua setelah kanker paru. Rata-rata di usia atas 50 tahun, seseorang baru kena kanker prostat.

"Faktor risikonya jika usia semakin tua, risiko semakin muncul. Lalu di keluarga, misal ayah, adik atau kakak laki-laki menderita kanker prostat, 2-3 kali lipat Anda ikut berisiko," katanya.

Jika Anda memiliki saudara perempuan yang pernah menderita kanker payudara, juga bisa meningkatkan risiko kanker prostat. Disebutkan Dokter Marto, gen payudara BRC-1 dan BRC-2, sangat dekat dengan kanker prostat.

"Andaikata pasien laki-laki punya 2 kakak perempuan, 1 atau 2 kena kanker payudara, nah si laki-laki ini lebih beriisko 2-3 kali lipat mengalami kanker prostat. Gen breast cancer ini ada di laki-laki, gen ini sangat dekat dengan kanker prostat," terangnya.

Disebutkan Dokter Marto, gejala kanker prostat sangat mudah dikenali. Karena prostat kondisinya terjepit oleh sel kanker, maka saat buang air kecil tidak lancar.

"Terjadi penyumbatan kencing, maka pipisnya agak pelan, bisa berdarah atau tidak tuntas," tuturnya.

Salah satu cara menghindari kanker prostat, selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini adalah melakukan deteksi dini. Dengan skrining rutin, keberadaan kanker prostat dapat diketahui lebih awal, sehingga penderita dapat mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat yang membuat peluang kesembuhan juga lebih besar.

“Skrining rutin kanker prostat biasanya melalui prosedur pemeriksaan Prostate Specific Antigen (PSA) dalam darah yang dilanjutkan dengan pemeriksaan Digital Rectal Exam (DRE) atau lebih dikenal dengan istilah colok dubur," kata dia.

Jika kadar PSA tinggi dan prostat membesar, pasien perlu perhatian lebih karena dicurigai kanker prostat. "Untuk diagnosis lebih pasti, biasanya akan dilengkapi pemeriksaan biopsi untuk mengetahui kanker atau tidak,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini