Percepat Operasi, Biopsi Robotik Jadi Solusi saat Pandemi

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 481 2363684 percepat-operasi-biopsi-robotik-jadi-solusi-saat-pandemi-kf59pXDsxQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 membuat orang-orang harus menerapkan jaga jarak secara fisik atau physical distancing. Hal ini tentunya juga berpengaruh pada dokter dan pasien yang sedang menjalani pengobatan. Baik itu penyakit ringan hingga berat seperti kanker prostat.

Kanker prostat merupakan jenis kanker dengan jumlah angka kejadian terbanyak ke-4 di seluruh dunia dan menempati urutan ke-2 kanker yang diderita oleh pria setelah kanker paru. Di Indonesia, kanker prostat menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita diperkirakan mencapai 25.012 orang.

ASRI Urology Center yang merupakan center of excellence Siloam Hospitals ASRI mengatakan, deteksi dini kanker prostat bisa dilakukan melalui biopsi prostat dengan teknologi robotik sebagai metode penanganannya. Biopsi prostat dengan teknologi robotik dan lokalisasi jarum merupakan perkembangan teknologi yang berpotensi positif memengaruhi diagnosis dan tata laksana kanker prostat.

Konsultan Dokter Spesialis Uro-Onkologi Siloam Hospitals ASRI dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U (K), PhD mengatakan, biopsi prostat dengan teknologi robotik memiliki durasi tindakan lebih singkat dibandingkan biopsi non-robotik.

Operasi

“Hal ini tentunya menguntungkan bagi pasien dan tenaga medis yang berada di ruang tindakan, terutama selama pandemi Covid-19. Teknologi tersebut dapat mempersingkat waktu operasi sehingga kontak antara pasien dengan tenaga medis di ruang tindakan pun menjadi minim,” jelasnya dalam Webinar World Cancer Day 2021, Rabu (17/2/2021).

Terdapat beberapa keuntungan menggunakan teknologi robotik untuk menangani probe. Pertama, gerakan pemindaian dapat membuat irisan gambar 2D yang terdistribusi secara merata untuk rekonstruksi 3D. Kedua, panduan jarum dapat secara otomatis disejajarkan pada target dan dikunci untuk biopsi.

Terakhir, deformasi prostat karena interaksi dengan probe dapat diminimalkan karena gerakan yang sama dapat digunakan untuk memindai dan menyelaraskan probe untuk biopsi.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini