Sarapan Momen Penting Penunjang Tumbuh Kembang Anak

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 481 2363862 sarapan-momen-penting-penunjang-tumbuh-kembang-anak-RmMpsTS9QP.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEKAN Sarapan Nasional jatuh pada tanggal 14-20 Februari 2021. Perlu diingat, biasakan si kecil agar tidak lupa sarapan setiap hari ya.

Sarapan punya sederet manfaat bagi anak. Berikut ulasannya yang bisa Anda simak.

Mencegah obesitas

 Anak

Dilansir Livestrong, apa kaitannya risiko obesitas dengan tak terbiasa sarapan? Ternyata ada loh. Anak yang tidak sarapan cenderung cepat lapar.

Di sekolah mereka jajan sembarangan tanpa memperhatikan jenis makanan sehat. Untuk mencegahnya, biasakan anak sarapan.

Perhatikan jumlah kalorinya, misalnya dengan memberikan roti gandum, pisang, telur, susu dan bahan makanan sehat lainnya.

Bangkitkan energi

Anak-anak harus selalu dipenuhi kebutuhan nutrisinya. Tentu diberikan sebanyak tiga kali. Mereka butuh asupan energi karbohidrat kompleks, protein, serat dan mineral lainnya di pagi hari. Ini dapat membangkitkan semangat belajarnya di sekolah karena cukup energi.

Anak jadi lebih konsentrasi

 

Sarapan tidak hanya mengisi perut, tapi juga bisa membantu anak meningkatkan prestasi akademiknya. Anak-anak yang sarapan pagi memiliki nilai tes yang lebih tinggi, konsentrasi mereka meningkat karena tidak terasa lapar.

Penunjang tumbuh kembang anak

Dikatakan Perwakilan FoodCycle Indonesia Andy Gunardi, sarapan adalah momen penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Namun masih banyak orangtua abai dengan membiasakan si kecil rajin sarapan.

"Namun sayangnya tidak semua anak-anak Indonesia dapat mengakses sarapan sehat setiap harinya. Masih banyak anak-anak yang memerlukan dukungan," katanya lewat keterangan tertulis Semangat Pagi Indonesia. 

Andy juga mengajak masyarakat dari berbagai elemen untuk tetap memperhatikan asupan gizi anak di kala pandemi Covid-19. Terutama bagi anak-anak kurang mampu yang harus mendapatkan asupan gizi seimbang.

Wuri, salah satu pengurus Sekolah Tanpa Batas mengatakan bahwa anak-anak tersebut, sebagian besar tidak terbiasa sarapan. Apalagi banyak dari mereka juga yang orangtuanya pemulung, sehingga jarang mendapatkan asupan nutrisi yang layak.

"Anak-anak begitu senang saat menerima donasi makanan bergizi dan berkesempatan mencicipi makanan yang tidak pernah mereka coba sebelumnya," tutup Wuri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini