Share

Berkaca dari Nindy Ayunda, 4 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Jadi Korban KDRT

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 612 2363686 berkaca-dari-nindy-ayunda-4-hal-yang-harus-dilakukan-ketika-jadi-korban-kdrt-JqZ7LxU3wR.jpg Nindy Ayunda (Foto: Yoga/Okezone)

Artis Nindy Ayunda, atau Nindy Askara Parasady Harsono diketahui mengalami tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari sang suami, Askara Parasady Harsono.

KDRT sejatinya bisa menimpa bukan hanya perempuan tetapi juga laki-laki. Bentuk tindak penganiayaannya pun beragam, mulai dari penganiyaan secara fisik, seksual, emosional, hingga finansial.

Sebagian besar korban tindak KDRT, merasa bingung harus melakukan apa ketika menyadari dirinya sudah menjadi korban KDRT. Maka dari itu, ada baiknya untuk menyimak ulasan singkat rekomendasi dari jaringan badan amal sosial Inggris, tentang 4 hal yang harus dilakukan ketika menjadi korban KDRT di bawah ini, seperti diwarta Citizen Advice United Kingdom, Rabu (17/2/2021) berikut ini.

 KDRT

1. Kabur, cari tempat tinggal yang aman

Kabur, segera mencari tempat berlindung. Misalnya ke rumah teman, tempat kos, hotel, hostel, ke mana saja di mana Anda tidak akan diserang oleh pasangan Anda. Kabur dari pelaku merupakan langkah awal yang baik.

Sebelum kabur, ada baiknya Anda membawa semua dokumen penting Anda seperti KTP, buku nikah, surat tanah, akta kelahiran, juga uang dan perhiasan Anda.

2. Laporkan ke polisi

Sebagai korban, Anda jangan takut untuk melaporkan tindakan KDRT yang dialami kepada pihak berwajib. Banyak jenis kekerasan dalam rumah tangga masuk dalam tindak pidana dan polisi dapat menangkap atau mendakwa pelaku.

3. Cari perlindungan hukum

Berstatus sebagai korban, Anda bisa mencari perlindungan hukum lewat pengadilan. Kita bisa meminta pengadilan untuk mengeluarkan perintah yang ditujukan kepada pasangan selaku pelaku penganiyaan, agar berhenti menyakiti atau mengancam Anda. Bahkan bisa juga pengadilan mengeluarkan perintah agar pasangan tidak boleh lagi menemui Anda selamanya, jadi kalian sebaiknya memang berpisah!

4. Menempuh jalur hukum dan bercerai

Tekat Anda sudah bulat untuk menempuh jalur hukum atas tindakan penganiyaan yang diterima dari pasangan? Maka saat menempuh jalur hukum, Anda butuh bantuan lebih lanjut dari orang professional. Mulai dari pengacara yang berpengalaman dalam hukum keluarga dan penasihat independen bidang kekerasan dalam rumah tangga independen atau pengacara yang berpengalaman dalam hukum keluarga.

Bantuan dari para professional di bidangnya ini, dibutuhkan untuk mengurus perihal harta properti seperti kepemilikan rumah, hak asuh anak, putusan dengan siapa anak akan tinggal, keputusan siapa saja orang yang boleh melihat anak-anak, sampai soal proses untuk mengakhiri pernikahan tersebut secara sah di mata hukum agama dan negara.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini