Deteksi Dini Kanker Prostat, Seperti Apa Prosedurnya?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 612 2363781 deteksi-dini-kanker-prostat-seperti-apa-prosedurnya-LByP35q6MI.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KANKER prostat merupakan jenis kanker dengan jumlah angka kejadian terbanyak ke-4 di seluruh dunia dan menempati urutan ke-2 kanker yang diderita oleh pria setelah kanker paru.

Berdasarkan Global Cancer Statistics 2018, diperkirakan sebanyak 1,2 juta kasus baru muncul di seluruh dunia dan 359.000 kematian disebabkan oleh kanker prostat. Kondisi ini, terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker prostat dan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan dini, terutama pada populasi risiko tinggi.

Saat ini, semakin tersedia banyaknya metode penyembuhan. Baru-baru ini, ASRI Urology Center yang merupakan center of excellence Siloam Hospitals ASRI menghadirkan inovasi untuk deteksi dini kanker prostat yaitu biopsi prostat dengan teknologi robotik.

kanker prostat

"Deteksi dini bertujuan agar dapat dilakukan intervensi secepatnya dan mencegah prognosis yang lebih buruk," ujar dokter spesialis urologi dan Ketua Asri Urology Center (AUC) Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U (K) pada Webinar World Cancer Day 2021, Rabu (17/2/2021).

Ada beberapa metode biopsi yang biasa dilakukan oleh para ahli, seperti biopsi transperineal. Biopsi ini tidak melalui saluran cerna (gastro-intestinal) atau saluran kemih, melainkan melalui bagian perineal di antara kantung kemaluan dan anus, dan memiliki risiko sepsis yang sangat kecil sehingga dianggap paling aman.

Sementara itu, Konsultan Dokter Spesialis Uro-Onkologi Siloam Hospitals ASRI dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U (K), PhD mengatakan, terdapat beberapa keuntungan menggunakan teknologi robotik untuk menangani probe.

"Keuntungan pertama yakni gerakan pemindaian dapat membuat irisan gambar 2D yang terdistribusi secara merata untuk rekonstruksi 3D. Kedua, panduan jarum dapat secara otomatis disejajarkan pada target dan dikunci untuk biopsi," jelas dokter Agus Rizal.

Yang terakhir, deformasi prostat karena interaksi dengan probe dapat diminimalkan karena gerakan yang sama dapat digunakan untuk memindai dan menyelaraskan probe untuk biopsi.

Biopsi prostat dengan teknologi robotik dan lokalisasi jarum merupakan perkembangan teknologi yang berpotensi positif memengaruhi diagnosis dan tata laksana kanker prostat.

Kemajuan signifikan memungkinkan lokalisasi target yang lebih tepat dan akurat namun perlu adanya pengembangan teknologi agar alat ini tersedia untuk penggunaan klinis sehari-hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini