Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Melindungi dari Virus Corona Jenis Baru

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 481 2364229 studi-vaksin-pfizer-dan-moderna-efektif-melindungi-dari-virus-corona-jenis-baru-uqpLLgPHKA.jpg Ilustrasi vaksin covid-19 untuk mengatasi virus corona jenis baru. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

SEBUAH studi terbaru mengungkap Vaksin Pfizer dan Moderna efektif melindungi virus corona jenis baru. Hasil studi terkait keampuhan vaksin covid-19 ini baru saja diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada Rabu 17 Februari 2021.

Dalam studi terbaru itu disebutkan bahwa Vaksin Pfizer-BioNTech efektif digunakan melawan varian baru virus corona, termasuk yang muncul di Afrika Selatan yakni B.1.351.

Baca juga: 1.500 Pedagang Pasar Tanah Abang Sudah Divaksin Covid-19 

Dalam studi tersebut para peneliti di Pfizer dan University of Texas Medical Branch melakuka rekayasa genetika virus untuk membawa beberapa mutasi yang ditemukan di virus corona B.1.351.

Mereka menguji genetika virus tersebut terhadap sampel darah yang diambil dari 15 orang yang telah menerima dua dosis Vaksin Pfizer-BioNTech sebagai bagian dari uji klinis.

Baca juga: BPOM Izinkan Vaksin Sinovac Diimpor dalam Bentuk Bulk 

Meski sampel serum darah menghasilkan aktivitas antibodi yang kurang menetralisasi, ini dinilai masih cukup untuk melawan virus. Hasil studi terbaru ini pun sejalan dengan penelitian lainnya.

"Walaupun kita belum tahu jelas apa level netralisasi apa yang dibutuhkan untuk perlindungan terhadap penyakit infeksi covid-19, pengalaman kami dengan vaksin lain menunjukkan bahwa kemungkinan Vaksin Pfizer ini bisa memberikan perlindungan yang relatif baik terhadap virus varian baru ini," ujar Scott Weaver, direktur Institute for Human Infections and Immunity University of Texas Medical Branch sekaligus penulis laporan studi terbaru ini, seperti dikutip cnn.com, Kamis (18/2/2021).

Ia menambahkan, untuk virus corona varian B.1.351 ada pengurangan tingkat netralisasi sekira 2/4. Ini terbilang kecil jika dibandingkan variasi tingkat netralisasi yang dihasilkan vaksin terhadap virus lain yang bahkan memiliki variabilitas lebih dalam urutan proteinnya daripada SARS-CoV-2.

Pihak Pfizer sendiri menyebutkan tidak ada bukti di kehidupan nyata varian baru virus corona tersebut tidak bisa dilawan alias lolos dari proteksi yang diberikan oleh Vaksin Pfizer.

Baca juga: Masyarakat Hanya Perlu Bawa KTP untuk Registrasi Vaksin Covid-19 

"Namun, Pfizer dan BioNTech mengambil langkah-langkah yang diperlukan, melakukan investasi yang tepat, dan terlibat dengan regulator untuk ada dalam posisi untuk mengembangkan dan mencari otorisasi untuk memperbarui mRNA vaksin atau booster begitu strain virus yang secara signifikan mengurangi perlindungan dari vaksin bisa diidentifikasi," isi pernyataan pihak Pfizer.

Di tempat terpisah, satu tim di National Institutes of Health bersama Moderna diketahui juga sudah memublikasikan surat dalam jurnal yang sama untuk memaparkan temuan dari eksperimen yang mereka laporkan pada Januari lalu.

Baca juga: Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Perjalanan? Ini Jawaban Kemenkes 

Tim juga melaporkan adanya pengurangan respons antibodi terhadap virus yang direkayasa secara genetik agar terlihat seperti varian virus corona B.1.351. Pengurangan ini tidak berpengaruh untuk membuat Vaksin Moderna jadi kurang efektif.

"Terlepas dari pengurangan ini, level menetralisasi titer dengan varian B.1.351 tetap di atas tingkat yang diharapkan untuk bisa memberikan perlindungan," jelas pernyataan pihak Moderna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini