6 Kriteria Orang dengan Penyakit Penyerta yang Belum Layak Divaksin

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 481 2364748 6-kriteria-orang-dengan-penyakit-penyerta-yang-belum-layak-divaksin-0KV9diczQY.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

PROGRAM vaksinasi covid-19 sebagai salah satu upaya penanganan pandemi covid-19 di Indonesia masih berlangsung hingga saat ini. Sehubungan dengan berjalannya programnya vaksinasi covid-19 pada tenaga kesehatan dan munculnya banyak saran yang muncul dari kondisi nyata di lapangan, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam lndonesia (PAPDI) telah menyusun revisi rekomendasi terkait vaksinasi covid-19.

Surat rekomendasi yang diterbitkan oleh PAPDI pada 9 Februari 2021 ini merupakan rekomendasi untuk pemberian Vaksin Coronavac, dan disusun dengan mempertimbangkan lima aspek.

Baca juga: Tak Ampuh Lawan Mutasi Covid-19 Afsel, Pfizer Pertimbangkan Vaksin Versi Baru 

Lima aspek tersebut yakni (1) Mempertimbangkan upaya untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) pada populasi lndonesia untuk memutus penularan covid-19 sehingga dibutuhkan cakupan vaksinasi yang luas. (2) Kajian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai hal-hal yang menjadi kontraindikasi dan precaution Coronavac.

Selanjutnya, (3) PAPDI juga mempertimbangkan aspek tentang kesepakatan dari para ahli mengenai keamanan dan manfaat dari vaksinasi Covid-19. (4) Keluarnya izin Emergency Use Authorizotion (EUA) Coronavac untuk digunakan pada usia di atas 59 tahun. (5) Melihat fakta bahwa per 8 Februari 2021 dengan perhitungan sudah hampir 1 juta orang yang disuntik Vaksin Coronavac dan tidak ditemukan adanya KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) yang bermakna.

Dengan mempertimbangkan lima aspek tersebut, PAPDI merilis surat rekomendasi untuk orang-orang yang memiliki penyakit penyerta maka dengan enam kriteria di bawah ini disebut sebagai keadaan yang belum layak untuk divaksinasi Coronavac.

Baca juga: Terbukti Ampuh Turunkan Angka Penderita, BPOM Segera Izinkan Vaksin Covid-19 untuk Lansia 

1. Reaksi alergi berupa anafilaksis dan reaksi alergi berat akibat Vaksin Coronavac dosis pertama ataupun akibat dari kopponen yang sama yang terkandung pada Vaksin Coronavac.

2. Penyakit autoirnun sistemik seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Sjogren, Rheumatoid Arthritis, Vaskulitis. Khusus untuk tiroid autoimun, penyakit autoimun hematologi dan inflammotory bowel disease (lBD) layak vaksinasi selama remisi dan terkontrol, konsultasikan dengan dokter di bidang terkait.

3. Orang yang sedang mengalami infeksi akut. Jika infeksinya sudah teratasi maka dapat disuntik Vaksin Coronavac. Pada infeksi TB, pengobatan OAT perlu minimal 2 pekan untuk layak vaksinasi.

4. Kanker darah, kanker tumor padat, kelainan darah seperti talasemia, imunohematologi, hemofilia, gangguan koagulasi maka kelayakan dari individu dengan kondisi ini ditentukan oleh dokter ahli di bidang terkait, maka dari itu konsultasikan terlebih dahulu sebelum pemberian Vaksin Coronavac.

Baca juga: 2.267 Pedagang Tanah Abang Akan Divaksin Covid-19 di Tahap Kedua 

5. Orang yang mengonsumsi obat imunosupresan, sitostatika, dan radioterapi.

6. Penyakit kronik (seperti PPOK dan asma, penyakit jantung, penyakit metabolik, hipertensi, gangguan ginjal) yang sedang dalam kondisi akut atau yang belum terkendali.

Maka di luar kondisi yang disebutkan dalam enam kriteria tersebut, dinyatakan sebagai orang yang layak untuk divaksinasi dengan Vaksin Coronavac.

Sekdar diketahui, dalam surat rekomendasi ini disebutkan juga, orang yang pernah terinfeksi covid-19 dengan catatan sudah sembuh minimal tiga bulan maka layak diberikan Vaksin Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini