Ahli Epidemiologi: Terlalu Banyak Klaim soal Covid-19 di Indonesia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 481 2364850 ahli-epidemiologi-terlalu-banyak-klaim-soal-covid-19-di-indonesia-lao8AeAa0I.jpg Pandemi virus corona (Foto:The Scientist)

Klaim vaksin Nusantara yang katanya bisa melindungi manusia dari paparan Covid-19 seumur hidup menuai polemik di masyarakat. Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun ikut terserat karena klaim tersebut.

Menurut Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman, fenomena melontarkan klaim mengenai Covid-19 sangat meresahkan. Terlebih jika klaim tersebut belum matang.

 Vaksin Nusantara

Dia pun coba mengulik kembali klaim-klaim lain yang pernah ada di Indonesia mengenai Covid-19. Misalnya saja soal pemeriksaan Covid-19 melalui napas.

"Indonesia itu terlalu banyak klaim. Masih hangat di masyarakat soal tes dengan napas, padahal di negara maju yang lebih awal melakukan tes napas, (negara itu mengeluarkan klaimnya) sangat hati-hati, pemeriksaannya hati-hati. Lah kita malah terlalu gampang keluarin klaim," ungkapnya pada Okezone, Jumat (19/2/2021).

Perlu diingat, sambung Dicky, yang namanya terlalu percaya diri atau penyangkalan itu sama-sama buruk. Begitu juga dengan over estimate dan under estimate. "Jadi, ya, saya berharap, saat ingin mengeluarkan suatu klaim terkait dengan Covid-19, harus hati-hati sekali," sarannya.

"Ketika ada pihak yang gampang sekali mengeluarkan klaim, menurut saya, rujukannya harus dipertanyakan," komen Dicky.

Klaim vaksin Nusantara heboh karena dipercaya dapat melindungi setiap orang yang divaksinasi dari Covid-19 seumur hidup. Padahal, secara ilmiah, vaksin tersebut baru menyelesaikan uji klinis fase 1, belum melewati uji klinis fase 2 dan fase 3. Masih panjang perjalannnya.

Dicky juga menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 yang sudah ada sekarang saja mengeluarkan laporan bahwa vaksin buatan mereka masih diperkirakan tidak bisa bertahan lebih dari 2 tahun untuk fungsi antibodinya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini