Studi Temukan Sebagian Pasien Covid-19 Mengalami Benjolan di Mata

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 481 2364878 studi-temukan-sebagian-pasien-covid-19-mengalami-benjolan-di-mata-gcNgjaii10.jpg Ilustrasi pasien covid-19 mengalami benjolan di mata. (Foto: Javi Indy/Freepik)

SEBUAH studi terbaru menemukan sebagian pasien covid-19 mengalami nodul atau benjolan di bola mata. Gejala ini ditemukan oleh tim ilmuwan dari Prancis. Mereka pun mendokumentasikan apa yang disebut sebagai nodul di mata pasien covid-19 parah yang sedang berjuang hidup.

Seperti dikutip dari Nypost, Jumat (19/2/2021), temuan yang sudah diterbitkan dalam jurnal Radiologi pada Selasa 16 Februari ini menggambarkan situasi yang terjadi pada 129 pasien covid-19 parah. Mereka memiliki MRI otak di 16 rumah sakit dari periode 4 Maret hingga 1 Mei 2020.

Baca juga: BPOM Segera Terbitkan Izin Vaksin AstraZeneca Jalur MultilateralĀ 

Sebanyak 9 pasien atau 7 persen di antaranya diketahui memiliki yang disebut "nodul hiperintense" ke arah belakang mata di area makula, yakni kunci untuk penglihatan yang jelas. Disebutkan pula hampir semua pasien di subset kecil memiliki nodul di kedua matanya.

"Kami menunjukkan bahwa beberapa pasien dengan penyakit covid-19 yang parah dari kelompok covid-19 di Prancis punya satu atau beberapa nodul posterior pole dunia. Ini adalah pertama kalinya temuan ini dijelaskan menggunakan MRI," jelas dr Augustin Lecler, penulis utama studi terbaru ini dan ahli saraf dari Departemen Neuroradiologi di Foundation Adolphe de Rothschild Hospital, Paris, Prancis.

Baca juga: 6 Kriteria Orang dengan Penyakit Penyerta yang Belum Layak DivaksinĀ 

Sejauh ini masih belum jelas apa penyebab munculnya nodul di mata tersebut. Meskipun para ilmuwan melihat ini sebagai adanya peradangan terkait virus atau karena posisi rawan yakni saat pasien ditempatkan menghadap ke bawah untuk oksigenasi yang lebih baik) dalam jangka waktu yang lama.

Tim ilmuwan kemudian menindaklanjuti pasien untuk memeriksa apakah ada kehilangan penglihatan. Lalu sejak itu juga telah memulai studi lain pada pasien covid-19 ringan sampai sedang untuk melihat apakah masalah yang sama juga memengaruhi pasien covid-19 kategori ini.

Dari keterangan para ilmuwan, diketahui 6 pasien dalam studi tersebut dalam kondisi obesitas, 2 orang punya penyakit diabetes, dan 2 orang lainnya mengidap hipertensi. Sebanyak 8 pasien menjalani perawatan intensif karena covid-19 yang parah dan 6 pasien menjalani MRI otak karena lambat bangun setelah sedasi dihentikan.

Sebagai catatan, para ilmuwan menuliskan bahwa studi yang mereka lakukan masih memiliki beberapa keterbatasan, contohnya kurangnya kelompok kontrol dan pengujian sampel untuk SARS-CoV-2 pada mata dan konjungtiva (selaput yang menutupi mata dan kelopak mata). Maka itu, mereka menyebutkan tidak mungkin menilai penyebab langsung dari virus corona dalam temuan ini.

Baca juga: Khabib Nurmagomedov: Cristiano Ronaldo Bisa Jadi Juara Dunia UFC

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini