Antibodi Pasien Covid-19 Bertahan Paling Lama 6 Bulan, Setelah Terinfeksi

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 481 2365027 antibodi-pasien-covid-19-bertahan-paling-lama-6-bulan-setelah-terinfeksi-kmN5FFZv25.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INFEKSI virus Covid-19 memang memengaruhi orang dengan cara yang sangat berbeda, bergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. Bahkan, setelah sembuh pun banyak orang masih menyisakan beberapa gejala.

Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk memahami bagaimana dan untuk berapa lama sistem kekebalan tubuh kita melawan virus. Sebuah penelitian, seperti dilansir Times of India, mengklaim bahwa sistem kekebalan kita memiliki potensi untuk 'mengingat' infeksi Covid-19 setidaknya selama 6 bulan, yang pada gilirannya mencegah infeksi ulang.

Menurut penelitian yang berbeda, kekebalan Covid-19 bisa berbeda untuk setiap orang. Sementara beberapa orang memiliki kekebalan yang lebih kuat terhadap virus, membuat mereka kurang rentan terhadap virus mematikan.

Sementara, beberapa orang lain memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena infeksi Covid-19 yang parah, mengingat mereka memiliki kekebalan yang lebih lemah. Tapi, ada juga orang yang memiliki antibodi Covid-19 tanpa memiliki riwayat penyakit sama sekali.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kekebalan pada pasien yang terinfeksi Covid-19 bertahan lama. Namun, belum sepenuhnya ditentukan berapa lama sistem kekebalan benar-benar mengingat infeksi tersebut.

"Pengamatan bahwa respons sel memori B tidak membusuk setelah 6,2 bulan, tetapi terus berkembang, memperlihatkan bahwa individu yang terinfeksi SARS-CoV-2 dapat meningkatkan respons yang cepat dan efektif terhadap virus, setelah terpapar ulang," jelas para peneliti.

Studi tersebut mengamati lusinan pasien yang pulih dari Covid-19, sementara antibodi mereka mungkin berkurang seiring waktu, mereka mempertahankan tingkat sel B memori tertentu, yang memainkan peran penting dalam menangkal virus. Dari 87 orang berpartisipasi dalam penelitian dan ditemukan bahwa sementara antibodi menurun selama periode satu bulan hingga 6 bulan, tetap sama.

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Science bulan ini menunjukkan bahwa sebagian besar sistem kekebalan, termasuk sel B memori spesifik lonjakan protein, dapat mengidentifikasi dan terus merespons virus selama setidaknya delapan bulan.

Studi baru-baru ini juga menemukan bahwa virus yang menghilangkan antibodi berkurang seiring waktu, tingkat sel B memori spesifik tetap tidak berubah dari waktu ke waktu. Dikatakan bahwa sel-sel ini dapat mengidentifikasi patogen yang mematikan dan, jika terjadi infeksi ulang, memicu sistem kekebalan untuk meningkatkan produksi antibodi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini