Risiko Perkawinan Anak, KDRT dan Stunting

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 612 2364884 risiko-perkawinan-anak-kdrt-dan-stunting-EF1PvGiWga.jpg Perkawinan anak (Foto: Daily Motion)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) saat ini sedang melakukan strategi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Salah satu cara yang dilakukan, menciptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing. Dengan cara memenuhi pendidikan anak, baik formal maupun non formal.

Akan tetapi, masalah yang banyak dihadapi di Indonesia adalah masih tingginya perkawinan anak. Dengan demikian, tentunya pendidikan anak akan terbengkalai karena pihak pria harus bekerja guna memenuhi kebutuhan keluarga, sedangkan wanita harus mengurus anak di rumah.

 anak itu harus diasuh, bukan disuruh menikah

"Jika anak menikah di usia 12 tahun, tentu ia hanya tamat SD. Kalau 16 tahun, mungkin hanya tamat SMP. Hal inilah yang akan menghambat untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan," ujar Deputi Menteri PPPA Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA Lenny N. Rosalin dalam webinar Pencegahan Perkawinan Anak pada Jumat (19/2/2021).

Selain itu, perkawinan di usia anak akan menimbulkan sejumlah risiko. Dua masalah terbesar yang ditimbulkan oleh perkawinan usia anak adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan juga stunting.

"Karena pendidikan rendah, akibatnya penghasilan pun rendah sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Akibatnya, anak tersebut akan berisiko terkena stunting," tuturnya.

Disisi lain, psikologi dan biologis remaja belum siap untuk melahirkan dan mengurus seorang anak. Akibatnya, kemungkinan sang ibu meninggal saat melahirkan sangat tinggi.

"Anak itu seharusnya diasuh, dengan melakukan perkawinan anak, mereka dipaksa untuk mengasuh. Ini dapat berakibat pada kesalahan pola asuh yang nantinya akan mempengaruhi psikologis antara orangtua dan anaknya," ujarnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini