Jangan Terjebak di Lubang yang Sama, Kenali Toxic Relationship Sebelum Telat

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 612 2364961 jangan-terjebak-di-lubang-yang-sama-kenali-toxic-relationship-sebelum-telat-m1jVt228kY.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAAT sedang jatuh cinta, kadar dopamine pada otak cenderung tinggi, hal ini membuat Anda selalu merasa bahagia, terlepas dari apa yang dilakukan pasangan terhadap Anda. Ketika hubungan berakhir, Anda baru sadar bahwa perlakuan sang mantan sangat tidak baik terhadap Anda. 

Itu merupakan hal normal karena setiap hubungan masa lalu Anda mengajari Anda sesuatu. Beberapa pengalaman membantu Anda tumbuh, memvalidasi nilai Anda dan membuat Anda melihat bahwa Anda pantas mendapatkan yang lebih baik. 

Agar tidak terjerumus dalam toxic relationship lagi, berikut beberapa hal yang harus Anda pelajari dari hubungan masa lalu, sebagaimana dilansir Times of India.

Prioritaskan diri

Ini adalah satu dan hal terpenting yang harus Anda pelajari dari hubungan masa lalu. Anda harus menjadi prioritas, tidak peduli apa yang dikatakan orang lain. Bahkan jika pasangan Anda sama memberi dan mencintai seperti Anda, Anda harus selalu menjaga diri dengan baik.

Beberapa orang sangat pandai mengambil hati Anda, dan jika Anda membiarkan mereka, mereka akan mengambil semua yang Anda miliki. Jadi, pastikan Anda memberi diri Anda segalanya terlebih dahulu.

Pacaran

Jadilah dirimu sendiri

Anda harus belajar bahwa berpura-pura menjadi orang lain tidak akan membawa kebahagiaan. Jika Anda merasa tidak nyaman menjadi diri sendiri di depan pasangan Anda, itu pertanda besar.

Anda tidak bisa menjalani seluruh hidup Anda sebagai sosok palsu yang berubah sesuai dengan kebutuhan pasangan Anda untuk disukai. Jadi belajarlah menjadi diri sendiri setiap saat dan orang yang tepat akan memuja Anda apa adanya.

Kompromi adalah jalan dua arah

Pelajaran besar lainnya yang harus Anda petik dari hubungan yang gagal adalah bahwa bukan tugas satu orang untuk membuat kompromi guna membuat yang lain bahagia.

Jika Anda bersedia berkompromi, pasangan Anda juga harus begitu. Jangan menjadi satu-satunya orang yang menyerah karena pengorbanan jauh berbeda dari kompromi.

Keluarga dan teman akan selalu penting

Kemungkinan besar, orang menghabiskan banyak waktu dengan pasangannya saat berkencan. Keluarga dan teman tidak mendapatkan cukup perhatian dari Anda dengan cara itu. Tetapi begitu hubungan Anda berakhir, Anda akan menyadari bahwa keluarga dan teman-teman Anda yang memberi Anda bahu untuk menangis.

Mereka dapat memberi tahu Anda banyak hal tentang karakter siapa pun yang Anda kencani. Jadi, pastikan Anda menjalin hubungan yang lebih dekat dengan mereka daripada yang Anda kencani berikutnya.

Diskusikan, jangan bertengkar

Sangat normal bagi pasangan untuk bertengkar. Tetapi Anda hanya belajar seiring berjalannya waktu bahwa terlibat dalam diskusi jauh lebih penting daripada berkelahi satu sama lain. Berteriak dan saling melempar sama sekali tidak produktif

Saat Anda meluangkan waktu untuk membicarakan sesuatu, Anda memiliki kesempatan untuk mendengarkan apa yang dikatakan pasangan Anda. Ini juga memungkinkan Anda untuk berbagi perasaan dan proses berpikir Anda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini