Mengenal Reaksi Anafilaktik Pasca-Vaksinasi Covid-19, Hanya Terjadi 1:1 Juta Dosis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 612 2365107 mengenal-reaksi-anafilaktik-pasca-vaksinasi-covid-19-hanya-terjadi-1-1-juta-dosis-Yc6Pa0mqKw.jpeg Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH tengah mendorong vaksinasi Covid-19 dalam rangka menciptakan kekebalan kelompok atau Herd Immunity. Meski demikian masih ada pula masyarakat yang khawatir terhadap reaksi tubuh pasca-vaksinasi.

Salah satu hal yang banyak diperbincangkan saat ini adalah reaksi anafilaktik pasca-vaksinasi Covid-19. Meski demikian, apakah kondisi tersebut dapat terjadi pada setiap masyarakat yang divaksin?

Merangkum dari laman Instagram resmi Kementerian Kesehatan @kemenkes_ri, Jumat (19/2/2021), berikut penjelasan lengkap Kemenkes mengenai reaksi anafilaktik. Yuk disimak.

Sebagaimana diketahui anafilaktik adalah syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat. Syok anafilaktik membutuhkan pertolongan yang cepat dan tepat. Untuk itu fasilitas pelayanan kesehatan harus selalu siap mengantisipasi kemungkinan kejadian tersebut.

“Reaksi anafilaktik pasti terjadi pada penyuntikan vaksinasi skala besar, meskipun kejadiannya saat jarang, dari satu juta dosis, terjadi sebanyak satu hingga dua kasus,” tulis unggahan tersebut.

Lebih lanjut laman Kemenkes juga menjelaskan bahwa reaksi anafilaktik bisa terjadi tidak hanya disebabkan oleh vaksin. Melainkan juga bisa terjadi akibat antibiotik, kacang, nasi, maupun zat kimia.

Sekadar informasi, PT Bio Farma (Persero) mendapat fasilitas pendanaan sebesar Rp2 triliun dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk pengadaan vaksin covid-19.

Dana itu terbagi atas Rp1,5 triliun untuk pembelian bahan baku vaksin dan bahan pendukung produksi vaksin. Dan fasilitas konvensional pembiayaan sebesar Rp500 miliar pada September 2020

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini