Ganggu Kesehatan Mental, Korban Banjir Lebih Mudah Kena Covid-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 20 Februari 2021 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 20 612 2365254 ganggu-kesehatan-mental-korban-banjir-lebih-mudah-kena-covid-19-SDcQHCNQYT.jpeg Banjir Jakarta. (Foto: Okezone/Heru)

PAGI Jakarta mengalami banjir di sejumlah daerah, akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir. Bencana banjir yang tengah menimpa warga Jabodetabek perlu disikapi serius. 

Pasalnya, banjir akan memberikan tekanan kesehatan mental, selain penyakit seperti liptospirosis, diare, hingga demam tinggi. Padahal, kita harus menjaga mental tetap bahagia di tengah pandemi Covid-19, agar imunitas kita tinggi dan menghindari Covid-19.

Praktisi Emotional Healing Adjie Santosoputro menjelaskan, masalah kesehatan mental ini bisa dalam bentuk yang beragam. Dia mencontohkan banjir yang ternyata menggangu zona nyaman yang sudah terbentuk selama ini, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pokok seperti makan, air, rumah, atau pakaian. 

"Kondisi itu ternyata dapat memunculkan rasa panik," tulisnya dalam Twitter pribadinya.

Memang, untuk menjaga keselamatan nyawa, pemerintah akan meminta semua korban banjir mematikan arus listrik. Di sisi lain, manusia sekarang sudah sangat tergantung dengan listrik, jadi saat banjir mereka akan merasa kehilangan.

Terlebih pada malam hari, sambung Adjie, korban banjir akan semakin memunculkan rasa kesepian, terisolasi, atau juga keterasingan.

Lebih lanjut, World Health Organization (WHO) memberi pernyataan bahwa banjir menyebabkan berbagai masalah kesehatan fisik. Sebut saja demam tifus, kolera, leptospirosis, sampai hepatitis A. "Karena adanya potensi ini, memunculkan rasa cemas yang berlebihan pada korban," terangnya.

Selain menyebabkan panik dan cemas, banjir juga dapat memengaruhi meningkatnya perasaan takut atau insecure. Hal ini diterangkan Adjie karena banjir membuat korban meninggalkan rumah yang mereka anggap aman.

Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan mental adalah dengan menghangatkan kembali hubungan antar manusia. Karena manusia adalah makhluk sosial, cara tersebut dianggap bisa mengurai masalah.

Selain menghangatkan kembali hubungan dengan manusia, Adjie juga menyarankan perlu upaya internal pengelolaan emosi dan ketenangan batin supaya kondisi korban tidak semakin buruk. 

"Kehadiran dan keterhubungan secara nyata antar manusia punya daya begitu kuat untuk menjaga kewarasan kita apalagi dalam situasi yang kian sulit seperti sekarang. Berniat untuk merawat kesehatan mental? Berlatihlah untuk perbaiki kehadiran dan keterhubungan nyata dengan orang sekitar," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini