Menkes: Prioritas Vaksin Covid-19 Mandiri Bukan ke Orang Kaya

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 20 Februari 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 20 612 2365392 menkes-prioritas-vaksin-covid-19-mandiri-bukan-ke-orang-kaya-9MjlhfzCt3.jpg Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan diketahui tengah mendorong percepatan program vaksinasi Covid-19. Oleh karena itu, pihak swasta pun akhirnya dilibatkan dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19, 

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan saat ini Kementerian Kesehatan sedang mempersiapkan peraturan terkait pengadaan vaksin mandiri atau biasa juga disebut vaksin mandiri gotong royong.

“Konsepnya, lebih banyak kita mengajak bangun mekanisme gotong royong di mana stakeholders membantu untuk vaksinasi rakyat di negara masing-masing. Kami sendiri sedang mempersiapkan peraturan MenKesnya, bekerja sama dengan stakeholders lainnya, termasuk perusahaan swasta untuk bisa mengeluarkan peraturan yang baik,"

"Bisa tetap berjalan di koridor tapi juga ada fleksibilitas teman-teman di swasta yang bisa gotong royong dengan pemerintah untuk vaksinasi rakyat,” papar Menkes Budi, saat konferensi pers virtual, ‘Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro’.

Terkait pengadaan vaksin Covid-19 dengan vaksin mandiri, Menkes Budi menegaskan, masyarakat jangan sampai salah kaprah akan pandangan bahwa dengan adanya vaksin mandiri maka warga negara yang kaya bisa duluan dapat vaksin.

“Sekarang ini itu jadi isu sensitif di dunia, banyak negara-negara berkembang yang belum bisa dapat akses vaksin karena negara-negara kaya mendominasi pembelian vaksin. Program vaksinasi ini bukan semata-mata untuk bisnis, sejauh yang kami lihat di dunia saat ini hampir enggak ada,” imbuhnya.

Kerjasama dengan para stakeholders, termasuk pihak swasta untuk mempercepat jalannya program vaksinasi Covid-19 ini disebut Menkes Budi, mengingat penangangan pandemi Covid-19, pemerintah tidak bisa mengatasinya seorang diri.

“Enggak mungkin pemerintah melakukan sendiri secara eksklusif sendirian, enggak mungkin vaksin dari pemerintah saja tapi juga dari komponen masyarakat. Untuk ini, partisipasi aktif, modal sosial yang ada harus kita manfaatkan,” tutup Menkes Budi.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini