Cegah Adanya Klaster Pengungsi, Korban Bencana Lansia akan Dipisahkan

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 20 Februari 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 20 612 2365412 cegah-adanya-klaster-pengungsi-korban-bencana-lansia-akan-dipisahkan-Dd9L39oTxD.jpeg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

AWAL tahun 2021 yang baru berjalan dua bulan, dibuka di Indonesia dengan rentetan bencana alam. Mulai dari banjir bandang, tanah longsor hingga gempa, terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Bencana alam ini terjadi saat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Tantangan berat yang bertambah ini, membuat pemerintah harus ekstra kerja keras memastikan semua rakyat yang menjadi korban bencana alam bisa selamat, sekaligus tak terpapar Covid-19.

Demi mencegah tambahan angka kasus positif Covid-19 dari kluster pengungsi, disebutkan Letnan Jendral TNI Doni Monardo, Ketua Satgas Covid-19/Kepala BNPB, skema pencegahan transmisi masal di kamp pengungsian sudah disiapkan.

“Puluhan ribu rakyat harus dilayani secara maksimal supaya jangan sampai terpapar Covid. Di sisi lain, tidak cukup ruang dan tempat untuk menampung pengungsi. Sehingga strateginya adalah pemisahan antara masyarakat yang dibagi dua kelompok,” kata Doni Monardo, dalam konferensi pers virtual, ‘Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro’, Sabtu (20/2/2021).

Doni menyebutkan, pembagian para pengungsi dalam dua kelompok tersebut ialah memisahkan antara orang-orang yang rentan sakit dengan orang-orang yang masih muda dan sehat.

“Pemisahan kaum rentan, yakni orang lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan yang punya penyakit penyerta atau komorbid. Dipisahkan dengan yang kelompok usia muda dan sehat," lanjutnya. 

Doni mengklaim, sampai saat ini strategi pemisahan ini dilihat cukup berpengaruh. "Sejauh ini, upaya ini cukup efektif untuk bisa mengurangi laju penularan, walaupun kita lihat di Sulawesi Barat terjadi peningkatan kasus Covid-19,” pungkas Doni Monardo.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini