Yuk Kenali Perbedaan Keju Alami dan Olahan

Antara, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 298 2366216 yuk-kenali-perbedaan-keju-alami-dan-olahan-bIk7uMD4EF.jpg Ilustrasi keju. (Foto: Jcomp/Freepik)

Keju yang berusia antara 3 sampai 6 bulan punya tekstur segar dengan rasa gurih yang lembut, bisa dipadukan dengan salad dan roti lapis. Keju yang berusia hingga 18 bulan punya rasa lebih kuat yang bisa dijadikan untuk bahan pengisi roti lapis atau bahan memasak serta memanggang. Bisa juga dicocol dengan biskuit atau kacang almond.

Sementara keju yang berumur hingga 24 bulan punya aroma fermentasi yang kuat dengan tekstur kering, rasanya tajam. Bisa dinikmati sambil menyesap anggur, atau dimakan bersama salad buah, kurma sampai madu.

Baca juga: Mirip Keju, Sabun Termahal di Dunia Dibanderol Rp39 Jutaan 

Umumnya tekstur keju alami dibandingkan keju olahan cenderung lebih rapuh, mudah pecah, dan hancur.

Adonan keju olahan bisa langsung dibuat menjadi produk lain, misalnya keju lembaran, pasta keju atau saus keju. Tidak perlu ada proses didiamkan seperti keju alami. Tekstur keju olahan berbeda dengan keju alami yang rapuh. Keju olahan teksturnya lebih elastis dan lengket.

Soal rasa, keju olahan pada umumnya punya aroma susu dan rasanya dominan asin. Sementara keju alami punya rasa dan aroma yang bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari aroma earthy, nutty sampai beraroma buah.

Baca juga: Keju dan Cokelat, Lebih Baik Jangan Konsumsi di Malam hari 

Proses penyimpanan keju alami dan olahan juga berbeda. Keju olahan bisa bertahan lama di dalam suhu ruang, namun keju alami harus disimpan di dalam kulkas dengan suhu 4 derajat Celsius.

Dia menambahkan, jika kemasan keju alami sudah dibuka, simpanlah di tempat rapat agar tahan lama sebelum ditaruh di dalam kulkas. Freezer juga bisa jadi pilihan, tapi menyimpan keju alami di situ bisa membuat tekstur dan rasanya akan berubah seiring berjalannya waktu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini