Dokter Imbau Latihan Pernapasan untuk Atasi Sesak Akibat Long Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 481 2366064 dokter-imbau-latihan-pernapasan-untuk-atasi-sesak-akibat-long-covid-19-GdY2WTO3tt.jpg Ilustrasi gejala sesak napas akibat long covid-19. (Foto: Stockking/Freepik)

SEJUMLAH orang mengungkapkan merasakan long covid-19. Ini merupakan gejala yang masih dirasakan setelah sembuh dari sakit akibat terpapar virus corona. Gejala tersebut dikhawatirkan meninggalkan dampak kesehatan bagi orang yang merasakannya.

Tidak sedikit masyarakat yang pernah terinfeksi covid-19 kerap mengalami sesak napas saat beraktivitas. Kondisi ini tentu menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran dalam diri seseorang. Lantas, apa yang menjadi penyebabnya?

Baca juga: 7 Gejala yang Kerap Tertinggal setelah Sembuh Covid-19 

Guru besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Profesor Dr dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM FACP, mengatakan fenomena pasca-terinfeksi covid-19 itu disebut juga dengan long covid.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Fernandozhiminaicela/Pixabay)

Ia mengatakan, long covid adalah kondisi pasca-akut covid-19 yang dapat bertahan lebih dari 3 minggu sejak onset gejala dan covid kronik apabila melebihi 12 minggu.

"Terus terang ini sangat mengganggu. Berbagai macam analisisnya, tetapi mereka masih merasakan keluhan-keluhan ketika mereka dinyatakan negatif covid-19," ucap dr Ari dalam webinar 'Penyuluhan Kesehatan untuk Tenaga Kependidikan FKUI dan Media' beberapa waktu lalu.

Baca juga: 7 Fakta Diskon Pajak Mobil Baru demi Ekonomi Indonesia

Dia menjelaskan, tidak sedikit pasien yang masih merasa sesak apabila menaiki tangga. Oleh karena itu, dr Ari menyarankan seseorang harus melakukan kontrol ke dokter paru-paru dan dipastikan lagi sudah dironsen. Ini untuk menjamin paru-parunya telah normal, atau paling tidak sisa-sisa covid-19 sudah hilang.

"Ini bukan sesuatu yang baru. Solusinya biasanya dengan latihan. Fisioterapi, latihan pernapasan, karena kan virus ini menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Pasti ada bekasnya yang akan membuat kemampuan oksigen terganggu. Tapi pesan saya, pasien harus tetap kontrol untuk memastikan tidak ada penyakit yang serius pasca covid-19," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini