Berapa Besar Risiko Terkena Covid-19 di Pesawat?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 481 2366211 berapa-besar-risiko-terkena-covid-19-di-pesawat-Hts4npR7fQ.jpg Naik pesawat (Foto: Reuters)

Satgas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan sedang menyelidiki alasan ribuan orang tiba di Indonesia positif Covid-19. Terlacaknya status kesehatan mereka itu tentu berkat upaya petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP) di setiap pintu masuk.

Ya, berdasarkan data yang dimiliki Satgas Penanganan Covid-19, ada 1.214 WNA dan WNI repatriasi yang tiba di Indonesia dengan status positif Covid-19. Padahal, mereka semua dipastikan membawa surat keterangan bebas Covid-19.

 naik pesawat

Ada 10 negara dengan kasus terbanyak, yaitu Arab Saudi dengan total 354 kasus, Uni Emirat Arab (254), Turki (105), Malaysia (79), Qatar (69), Singapura (47), Jepang (44), Korea (29), Hong Kong (28), dan Taiwan (25).

Ada dua kemungkinan yang menjadi alasan kenapa banyak orang datang dengan status terkonfirmasi positif Covid-19.

"Mereka terpapar tetapi belum terinfeksi atau terpapar selama penerbangan," kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam keterangan pers belum lama ini.

Di sisi lain, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman, menerangkan bahwa kemungkinan terpapar di pesawat atau saat penerbangan sangat kecil.

"Potensi penyebaran virus penyebab Covid-19 di pesawat itu kecil sekali," kata Dicky pada Okezone melalui pesan singkat, Senin (22/2/2021).

Pada situasi semua set penuh, risiko seseorang terinfeksi 1:4.000. Lalu, kalau situasinya semua penumpang duduk menjaga jarak, risiko turun lagi menjadi 1:8.000. "Artinya, potensi penyebaran begitu kecil di pesawat," jelasnya.

Akan semakin kecil lagi jika semua penumpang menggunakan masker, face shield, tempat duduk berjarak. Bahkan jauh lebih kecil lagi jika penumpang sudah divaksinasi Covid-19.

"Lagipula, di pesawat itu ada teknologi hepa filter yang mampu membuat udara di dalam pesawat terjaga kualitasnya," sambung Dicky.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini