Tiba di Indonesia Wajib Karantina 5 Hari, Ahli Epidemiologi: Sebentar Banget!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 481 2366255 tiba-di-indonesia-wajib-karantina-5-hari-ahli-epidemiologi-sebentar-banget-f8okgLucdU.jpg Tiba di Indonesia (Foto: Reuters)

Pemerintah mengharuskan siapapun yang baru tiba di Indonesia menjalani karantina 5 hari secara mandiri di lokasi sesuai pilihan masing-masing. Usai di karantina, WNA atau WNI repatriasi wajib menjalani pemeriksaan PCR Test Covid-19 untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Ini pun diperlukan untuk memberi rasa aman bagi lingkungan tempat mereka beraktivitas nantinya.

 karantina mandiri di hotel

Namun, durasi 5 hari untuk karantina yang ditetapkan pemerintah dinilai terlalu sebentar bagi Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman. "Sebentar banget kalau untuk karantina," terangnya pada Okezone, Senin (22/2/2021).

Dia menjelaskan, studi efektivitas karantina secara umum ada di negara yang berhasil menerapkan skrining karantina, contohnya Australia dan Selandia Baru, mereka menerapkan karantina selama 14 hari.

Kalau mau turun, sambung Dicky, pada kasus negara lain yang relatif cukup baik karantinanya, durasi yang dilakukan ada di 10 hari. "Jadi, kalau keputusan Indonesia karantina selama 5 hari, bagi saya terlalu singkat," tegasnya.

"Ini tentu bisa jadi bahan pertimbangan review kebijakan di Indonesia, terutama untuk karantina di pintu kedatangan," tambahnya.

Dicky menyarankan juga bahwa ketika ada orang yang baru tiba di Indonesia dan terkonfirmasi positif Covid-19, maka harus dilakukan tes genom sequencing. Sebab, risiko paparan virus Covid-19 jenis baru mungkin terjadi, terlebih dia berasal dari negara yang sudah melaporkan adanya kasus tersebut.

"Kalau hasil tes negatif Covid-19, maka karantina 10 hari. Ingat, kita semua secara global masih dalam situasi pandemi yang serius. Beda cerita kalau nantinya kasus Covid-19 terlihat sudah semakin terkendali, lalu program vaksinasi sudah dirasakan banyak orang. Kalau belum, ya, karantina 10 hari," papar Dicky.

Menjadi catatan juga adalah pastikan mereka yang baru tiba di Indonesia, usai menjalani karantina 10 hari dan dinyatakan negatif Covid-19, lalu menuju lokasinya masing-masing, setibanya di sana segera lapor puskesmas setempat.

"Pelaporan ke puskesmas sangat diperlukan. Wajib malah kalau menurut saya. Sebab, itu menandakan dia sudah keluar dari fase karantina sejak kedatangan dan dinyatakan tidak terpapar Covid-19. Hal lainnya juga, laporan ke puskesmas itu sebagai upaya pemantauan jika ada hal yang tidak diinginkan atau diperlukan pelaporan itu," kata Dicky Budiman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini