2 Bukti untuk Nyatakan Seseorang Meninggal Akibat Vaksinasi Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 481 2366438 2-bukti-untuk-nyatakan-seseorang-meninggal-akibat-vaksinasi-covid-19-8FWPQx599R.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Menyatakan seseorang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 itu tidak boleh sembarangan. Perlu observasi yang detail supaya fakta dapat ditegakkan.

Dijelaskan Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA (K), MTropPaed yang juga merupakan Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), ada dua bukti yang mesti dipenuhi untuk menyatakan seseorang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19.

"Bukti pertama adalah konsep waktu terjadinya gejala dan kapan imunisasi diberikan," kata Prof Hindra di konferensi pers virtual, Senin (22/2/2021).

Vaksinasi Covid-19

Maksud dari pernyataan itu adalah jika seseorang menunjukkan gejala kurang dari 7 hari dari waktu vaksin diberikan maka bisa dikatakan dia sudah terpapar Covid-19 sebelumnya. Ini juga artinya, tidak ada peran vaksin dalam penyebab kematian seseorang.

"Antibodi penerima vaksin Covid-19 dosis pertama baru akan terbentuk di hari ke-14. Lalu, pada dosis kedua, antibodi terbentuk secara optimal pada hari ke-28. Jadi, kalau sebelum waktu ini, penerima vaksin dimungkinkan sudah terpapar Covid-19 sebelum menerima vaksin," ungkap.

"Jadi, ya, enggak bisa setelah seseorang disuntik vaksin, kekebalan tubuhnya langsung muncul," lanjutnyaProf Hindra.

Lalu, bukti kedua yang harus didapat adalah apakah ada penyakit lain yang dialami penerima vaksin sebelum divaksinasi. Kondisi kesehatan menjadi penting untuk mengevaluasi kembali apakah penyakit komorbid sebelumnya memberi pengaruh pada kematian yang terjadi.

"Perlu dicatat juga bahwa respons tubuh setiap orang itu beda-beda antara orang satu dengan orang lainnya," katanya.

Baca Juga : Demi Cepat Divaksin Covid-19, 2 Wanita Ini Nyamar Jadi Lansia

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menambahkan bahwa perlu diingat kembali oleh masyarakat bahwa gejala Covid-19 itu sangat luas, mulai dari rasa lelah, demam, diare, sesak, batuk, pilek, ada juga yang tidak bisa mencium bau atau mengecap rasa.

"Kondisi ini yang kemudian bahkan kerap tidak disadari sebagai gejala Covid-19 karena mungkin gejala terjadi sangat ringan atau bahkan tidak terasa. Karena itu, mungkin saja ada yang sudah terinfeksi Covid-19 tapi gejala parahnya baru keluar ketika masa vaksinasi terjadi," tambah Nadia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini