Studi: Aroma Interior Mobil Baru Bisa Sebabkan Kanker

Antara, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 481 2366904 studi-aroma-interior-mobil-baru-bisa-sebabkan-kanker-cf0sZAqOcB.jpg Ilustrasi interior mobil baru. (Foto: Standret/Freepik)

SEBUAH studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Universitas California Riverside di Amerika Serikat mendapati bahwa aroma interior mobil baru berpotensi mengandung karsinogen penyebab kanker. Studi terbaru ini pun sudah diterbitkan dalam jurnal "Environment International".

Seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/2/2021), dijelaskan bahwa orang yang mengemudi mobil baru selama lebih dari 20 menit per hari memiliki risiko terpapar karsinogen lebih tinggi.

Baca juga: Kanker Prostat Sering Menyerang Pria, Apa Penyebabnya? 

Aroma dari dalam kabin mobil baru yang khas merupakan bau yang dikeluarkan dari berbagai jenis komponen interior, misalnya plastik pada dasbor dan trim pintu, perekat, busa, hingga bahan sintetis pelapis jok yang dibuat melalui berbagai proses kimia.

Bahan kimia yang masih menempel pada komponen secara perlahan-lahan dapat terlepas melalui udara, kemudian terhirup pengemudi dan penumpang mobil.

Ilustrasi kanker. (Foto: Rawpixel/Freepik)

"Bahan kimia itu sangat mudah menguap, bergerak mudah dari plastik dan tekstil ke udara yang Anda hirup," kata ahli toksikologi lingkungan University California Riverside, David Volz, yang terlibat dalam penulisan jurnal tersebut, seperti dilansir USA Today.

Baca juga: Yuk Cegah Kanker Prostat dengan Lakukan 6 Hal Berikut Ini 

Senyawa kimia yang menguap itu makin mudah terhirup apabila berada di dalam ruang tertutup, misalnya di dalam kabin mobil, sehingga salah satu upaya mencegahnya adalah dengan lebih sering membuka kaca jendela dan membiarkan udara bersirkulasi.

Studi ini dibuat sebagai alternatif karena banyak periset lebih fokus pada paparan polusi luar ruangan. Sedangkan studi polusi dalam ruangan lebih banyak berfokus pada lingkungan kerja, padahal banyak orang yang menghabiskan waktu untuk pergi dan pulang selama puluhan menit di dalam mobil.

Peneliti menyebutkan ada dua senyawa berbahaya yang mengintai pengguna mobil baru, yakni benzena dan formaldehida. Benzena digunakan pada karet dan pewarna, sedangkan formaldehida dipakai pada karpet dan cat.

"Studi kami menimbulkan kekhawatiran tentang potensi risiko menghirup benzena dan formaldehida bagi orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di dalam kendaraan mereka. Masalah utamanya adalah pada daerah lalu lintas padat karena orang-orang itu memiliki waktu perjalanan yang lebih lama," jelas peneliti.

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Prostat, Seperti Apa Prosedurnya? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini