Di Usia Berapa Perempuan Perlu Screening Kanker Serviks?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 481 2366986 di-usia-berapa-perempuan-perlu-screening-kanker-serviks-Keb0QeeXlw.jpg Kanker serviks (Foto: Tech Explorist)

Kanker serviks atau leher rahim merupakan penyakit yang menyerang leher rahim. Penyakit ini disebabkan oleh human papilomia virus atau HPV.

Pada fase awal, penderita kanker serviks umumnya tidak merasakan gejala apapun dan seringkali baru terdeteksi setelah memasuki stadium atau tingkatan lanjut.

 kanker serviks

Karena itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Hematologi Onkologi Medis Nadia Ayu Mulansari SpPD KHOM mengatakan, pentingnya wanita untuk melakukan deteksi awal atau screening penyakit tersebut. Karena umumnya kanker serviks baru terasa jika sudah memasuki stadium lanjut.

Di luar negeri, wanita berusia 12 tahun sudah disarankan untuk melakukan screening kanker serviks. Ini karena dalam budaya barat, anak berusia 12 tahun sudah dianggap aktif secara seksual.

"Kalau di luar negeri vaksinasi bisa diberikan mulai dari usia 12 tahun. Karena disana, anak berusia 12 tahun ke atas sudah dianggap aktif secara seksual," tutur Dokter Nadia dalam Webinar Care For Cancer pada Selasa (23/2/2021).

Sedangkan di Indonesia, lanjut dokter Nadia, Anda bisa melakukan screening kanker serviks sebelum melakukan hubungan seksual. Atau jika sudah, Anda bisa melakukan screening secara berkala.

"Kalau ingin melakukan vaksinasi, sebaiknya dilakukan sebelum berhubungan seksual. Jika sudah hamil tidak perlu divaksinasi. Namun jika Anda sudah aktif berhubungan seksual, bisa dilakukan screening secara berkala," jelasnya.

Adapun demi mengantisipasi terjadinya kanker serviks, penting untuk mengetahui gejala dari penyakit ini. Karena dengan mengetahui gejalanya, orang akan lebih waspada dan segera menemui tenaga medis bila terjadi hal tersebut.

"Gejalanya biasanya pendarahan pada vagina di luar siklus menstruasi, nyeri saat dan setelah berhubungan seksual, serta pendarahan yang juga terjadi setelah berhubungan seksual di luar siklus menstruasi," tutupnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini