Ini Trik Khusus Membuat Anak Suka Makan Sayuran, Yuk Diterapkan

Antara, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 612 2366887 ini-trik-khusus-membuat-anak-suka-makan-sayuran-yuk-diterapkan-GyfDoZnECQ.jpg Ilustrasi trik khusus membuat anak suka makan sayuran. (Foto: Master1305/Freepik)

SEJUMLAH orangtua mengeluhkan sulitnya membuat anak suka makan sayuran. Padahal, sayuran sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan pertumbuhan anak-anak. Perlu trik khusus untuk memperkenalkan baiknya sayuran kepada anak.

"Pilih sayur pertama untuk anak yang agak manis, dimasak matang agar rasanya enak dan empuk," kata dokter spesialis gizi Luciana B Sutanto MS SpGK dalam webinar secara daring beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: 5 Cara Jitu Tumbuhkan Kebiasaan Ngemil Baik pada Anak 

Bila anak sudah punya kesan pertama yang buruk terhadap sayuran, jadi lebih sulit membujuknya memakan sayur di kemudian hari. Oleh karena itu, orangtua harus pintar-pintar memilih jenis sayuran yang bakal disukai.

Anak makan sayuran. (Foto: Pvproductions/Freepik)

Misalnya wortel yang penuh vitamin A dan membantu menjaga kekebalan tubuh atau labu yang pada dasarnya berbahan lembut cocok untuk makanan pertama anak. Orangtua juga bisa memasak ubi yang mengandung serat, vitamin C, dan vitamin B6. Jangan lupa membuat teksturnya benar-benar halus dan buang kulitnya sebelum diberikan kepada anak.

Baca juga: 5 Cara Mudah Tenangkan Anak Menangis Tanpa Gunakan Gadget 

Untuk anak yang sudah lebih besar tapi masih anti melihat sayuran yang masih berbentuk seperti aslinya, orangtua dapat mengakali dengan mencincang atau memarut sayuran dan menyelipkannya ke dalam isi piring, entah di dalam bola nasi, bakso atau kentang tumbuk.

Memberi asupan gizi seimbang untuk anak, terutama pada usia 5 tahun pertama, adalah hal krusial. Sebab bila nutrisi tidak tercapai membuat pertumbuhan buah hati jadi tidak optimal. Salah satu risiko yang bisa terjadi adalah stunting, masalah gizi kronis akibat kurang asupan gizi dalam jangka waktu lama.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 30,8 persen atau sekira 7 juta balita menderita stunting dibanding data pada 2013 yang menunjukkan stunting balita mencapai 37,2 persen.

Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017 yaitu mencapai 36,4 persen. Sedangkan menurut data Riskesdas 2018, angka stunting di Indonesia menurun hingga 23,6 persen.

Baca juga: Viral Wanita Berusia 23 Tahun Sudah Punya 11 Anak, Masih Mau Tambah Lagi 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini