Tanggulangi Banjir, Tak Cukup dengan Pengelolaan Sampah Semata

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 612 2367010 tanggulangi-banjir-tak-cukup-dengan-pengelolaan-sampah-semata-SCBbXo3NpG.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Meski, menurutnya, mengubah perilaku seperti itu agak sulit. Dahulu Anda diperingatkan jangan buang sampah sembarangan. Tapi sekarang bukan itu lagi, kini saatnya Anda mengurangi sampah dan memilah sampah.

"Karena kontribusinya akan banyak, jangan hanya dilihat angka dan pengelolaan, tapi bgmana mengurangi jejak resources sumbernya," imbuhnya.

Ditegaskan Jo, permasalah sampah di Indonesia sangat multidimensi. Ketika sampah bisa didaur ulang, tentu bisa menghasilkan nilai ekonomi.

Misalnya di sederet outlet besar, minimarket, hingga supermarket, sudah ada pengurangan kantung plastik. Namun masalah lain timbul lagi, di era pandemi ini banyak anak muda suka belanja makanan online.

"Timbullah sampah dari pesanan makanan online tadi. Jumlah meningkat, misal wadah makan box hingga styrofoam.

"Oleh karena itu, berbagai inisiatif itu melakukan kerja sama dengan produsen. tapi inisiatif ini terkendala apabila masyarakat atau generasi muda tidak melakukan," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini