Pewarna Makanan Buatan Bikin Anak Hiperaktif, Mitos atau Fakta?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 298 2367503 pewarna-makanan-buatan-bikin-anak-hiperaktif-mitos-atau-fakta-Z5SSn4Jf5Y.jpg Makanan penuh warna buatan (Foto: Favim)

Kebiasaan ngemil si kecil di masa pandemi meningkat? Sebagai orangtua, tentunya Anda mesti membatasi sekaligus menentukan panganan bergizi. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung pewarna makanan buatan bagi anak Anda.

"Pewarna makanan buatan seperti merah allura, biru berlian FCF, tartrazine, kuning kuinolin, sunset yellow, dan ponceau 4R dapat menyebabkan peningkatan hiperaktif pada anak-anak," lapor hasil studi yang dilakukan University of Southampton.

 pewarna pada makanan

Pemerintah Indonesia sendiri, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), cukup serius membatasi penggunaan pewarna makanan buatan tersebut.

Dalam laporan tertulis Vero yang diterima MNC Portal, Badan POM sudah lama membatasi penggunaan pewarna makanan sintetis termasuk kuning kuinolin untuk setiap kategori makanan seperti produk susu, permen, kue, jajanan, dan lainnya.

Adapun hasil riset dari Data Bridge Market Research mengungkapkan bahwa meski tingkat konsumsi untuk pewarna makanan sintetis dan permintaan akan produk makanan kemasan meningkat, namun kekhawatiran tentang bahaya yang ditimbulkan terhadap kesehatan, penerapan peraturan yang ketat, dan perubahan preferensi konsumen terhadap bahan-bahan alami diproyeksikan akan menjadi tantangan tersendiri bagi pangsa pasar pewarna makanan sintetis.

Lalu, apa solusi yang bisa ditawarkan bagi orangtua agar si kecil tetap bisa nyemil tapi tidak khawatir akan bahaya pewarna makanan buatan?

Disarankan untuk orangtua agar mengurangi asupan camilan yang tidak alami ke anak dan usahakan mulai beralih ke pangan sehat seperti buah dan sayur. Jika si anak suka makanan kemasan, maka tugas wajib orangtua adalah membaca label kemasan.

Selain itu, untuk memaksimalkan pemberian camilan ke si kecil, pastikan waktunya tepat yaitu pukul 10 pagi dan 3 sore. "Memberi makanan camilan di waktu tersebut dapat meningkatkan kecukupan energi bagi fisik dan mental anak serta memastikan bahwa mereka mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mereka," terang laporan tersebut.

Salah satu menu camilan sehat untuk anak adalah yogurt dan buah-buahan segar. Yogurt sendiri baik untuk anak karena mengandung protein yang dapat menjaga sel otak agar tetap kuat dan membantu anak untuk tetap fokus selama menjalani aktivitas belajar. Namun, pastikan Anda memilih yogurt yang tepat dengan kandungan pewarna alami.

Menambahkan stroberi atau blueberry pada yogurt juga dapat meningkatkan rasa dan daya tarik visual bagi anak-anak. Buah beri berwarna-warni ini juga mengandung antioksidan yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

Selain yogurt, orangtua juga dapat mengenalkan si kecil pada camilan yang terbuat dari bahan alami seperti oatmeal, kacang-kacangan, ubi jalar, dan buah-buahan utuh lainnya. Camilan ini tidak hanya alami tetapi juga tinggi protein dan serat yang penting untuk tumbuh kembang anak.

Sementara protein dari makanan utama membantu menstabilkan kadar gula dalam jangka waktu yang lebih lama dan membantu anak-anak lebih fokus pada apa yang mereka pelajari, menambahkan makanan berserat seperti biji-bijian, buah-buahan dan sayur-sayuran dapat lebih menstabilkan dan meningkatkan kemampuan kognitif, suasana hati, dan ingatan pada anak-anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini