Yuk Kenali Coronaphobia, Gejala dan Cara Mengatasinya

Diana Rafikasari, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 481 2367555 yuk-kenali-coronaphobia-gejala-dan-cara-mengatasinya-cQZIfK8xei.jpg Ilustrasi seseorang mengalami coronaphobia. (Foto: Freepik)

CORONAPHOBIA mendadak jadi perhatian banyak orang. Pasalnya, gangguan kesehatan ini bermunculan di tengah pandemi covid-19. Lalu apa sebenarnya coronaphobia?

Para ilmuwan menjelaskan bahwa coronaphobia adalah fobia jenis baru yang secara khusus terkait virus corona. Setelah mengamati dan mempelajari banyak penelitian, didefinisikan bahwa coronaphobia merupakan respons yang dipicu secara berlebihan karena takut tertular covid-19.

Baca juga: Pastikan Keamanan, BPOM Uji 3 Vaksin Covid-19 

Kondisi ini menyebabkan kekhawatiran berlebihan yang disertai gejala fisiologis, stres yang signifikan terkait kehilangan pribadi dan pekerjaan, peningkatan kepastian, keamanan hingga menghindari tempat umum. Ini membuat kehidupan sehari-hari orang dengan coronaphobia terganggu.

Masker covid-19. (Foto: User3802032/Freepik)

Dalam penelitian yang telah diterbitkan di Asian Journal of Psychiatry pada Desember 2020, para ahli mengungkapkan telah menemukan tiga karakteristik utama dari kecemasan yang muncul akibat covid-19. Di antaranya adalah kekhawatiran terus-menerus yang menyebabkan jantung berdebar-debar, kehilangan nafsu makan, dan pusing.

Baca juga: Gunakan Skrining GeNose ke Publik Sebelum Ada Kajian Ilmiah, Epidemiolog: Saya Prihatin 

Seperti dilansir laman Times of India, Rabu (24/2/2021), terlalu banyak berpikir juga memicu ketakutan dan kekhawatiran. Misalnya takut menghadiri pertemuan dan acara publik. Ini semacam perilaku antisosial yang dapat menimbulkan masalah kecemasan dan isolasi lebih lanjut.

Menurut laporan terbaru yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Global Women's Health, gejala insomnia, depresi, dan kecemasan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Dengan laporan akhir serupa dalam penelitiannya, Direktur Penn Center for the Treatment and Study of Anxiety Dr Lily Brown PhD menyatakan wanita lebih rentan terhadap kecemasan daripada pria, mengingat kekhawatiran terkait anggota keluarga yang sakit atau diri mereka sendiri menyebarkan virus ke orang lain.

Di samping itu, Dr Brown juga menemukan bahwa orang yang lebih muda telah mengalami peningkatan kecemasan karena virus serta jenis pandemi yang terjadi belakangan ini.

Baca juga: Rahasia Amanda Manopo Sukses Perankan Andin di Ikatan Cinta

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah menyarankan berbagai cara untuk mengatasi masalah kecemasan dan stres. Ini membantu menjaga kesehatan fisik seseorang dan juga bersosialisasi dengan orang lain. Selain itu, terapi perilaku kognitif (CBT) terbukti dapat mengatasi kecemasan secara efektif dan efisien.

Sementara dengan kemunculan vaksin, kecemasan mungkin sedikit berkurang, tetapi ketakutan dan fobia masih membayangi kepala. Satu-satunya cara Anda bisa mengatasinya melalui pengendalian diri dan dengan menjaga rasa tenang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini