Waspada Covid-19 Memasuki Aliran Darah, Kenali 5 Tandanya

Diana Rafikasari, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 481 2367828 waspada-covid-19-memasuki-aliran-darah-kenali-5-tandanya-P0toRFabBP.jpg Ilustrasi pasien covid-19. (Foto: Shutterstock)

MUNCUL dampak baru dari infeksi covid-19, salah satunya virus pembawa penyakit ini masuk ke aliran darah. Kondisi ini disebut cukup berbahaya karena bisa menimbulkan komplikasi. Maka itu, banyak dokter memperingatkan pasien covid-19 untuk berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan preventif, bahkan setelah sembuh.

Covid-19 adalah infeksi kompleks seperti paru-paru atau jantung dan dapat menyebabkan kerusakan pada darah yang mengalir melalui pembuluh darah. Pembekuan darah yang dapat mengganggu aliran darah dapat menyebabkan gejala yang ringan atau bahkan mengancam.

Baca juga: Alasan Lansia Jadi Prioritas Disuntik Vaksin Covid-19 

Sederhananya, jika gumpalan darah menghalangi aliran darah yang mengalir melalui arteri atau vena, itu menyebabkan kerusakan jaringan dan kekurangan oksigen yang dapat membuat sel-sel di jaringan tersebut mati. Meskipun sebagian pembekuan darah dianggap normal, keadaan yang menakutkan pada kasus covid-19 adalah pembekuan yang tidak normal.

Dikarenakan virus juga mengaktifkan sitokin dan respons peradangan dalam tubuh, pasien dengan covid-19 dapat mengalami peningkatan insiden pembekuan di tubuh yang dapat merusak.

Berikut tanda covid-19 sudah memasuki darah, seperti dilansir laman Times of India, Rabu (24/2/2021).

Gejala covid-19. (Foto: Freepik)

1. Pembekuan darah yang parah

Dokter sekarang melihat tingkat masalah pembekuan darah yang sangat tinggi pada pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit, baik usia tua atau muda. Masalah pembekuan darah tidak hanya dapat meluas, tetapi juga membawa risiko paling besar bagi orang-orang yang memiliki masalah yang sudah ada sebelumnya yang dapat memengaruhi aliran darah yang sehat, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

2. Trombosis

Efek samping lain yang semakin terlihat dari infeksi covid-19 di tubuh adalah trombosis vena dalam. Kondisi ini juga bisa bertindak sebagai tanda infeksi yang tidak biasa, namun awal. Trombosis vena dalam dapat terjadi ketika virus menyerang vena dan lapisan tungkai di kaki, menyebabkan pembekuan darah.

Gumpalan tersebut dapat mengganggu aliran darah dan bahkan menyebabkan emboli yang menyakitkan dalam banyak kasus. Meskipun gumpalan vena dalam biasanya terbentuk di paha atau tungkai bawah, dalam beberapa kasus, hal itu juga dapat berdampak pada bagian tubuh lainnya, dan berubah menjadi kondisi serius jika tidak segera mendapatkan bantuan.

Baca juga: Hanya 5 Kelompok WNI Ini yang Bisa Dapat Ongkos Karantina Gratis 

3. Pembengkakan atau peradangan kulit yang tidak biasa

Salah satu kerusakan paling penting yang disebabkan oleh virus corona baru adalah peradangan yang meluas di seluruh tubuh. Ketika virus menyerang kulit dan menyebabkan peradangan, dapat menyebabkan banyak pembekuan darah yang kemudian menyebabkan pembengkakan, lesi, dan benjolan yang seringkali menyakitkan.

Banyak ahli menilai bahwa pembengkakan, peradangan kulit bisa luput dari perhatian, atau kurang diperhatikan sebagai tanda serius covid-19, yang mengarah pada diagnosis yang buruk dan masalah di kemudian hari. Banyak pasien covid-19 juga melaporkan menderita mati rasa, nyeri di tungkai atau jari, semuanya diklasifikasikan sebagai gejala trombotik. Karena itu, jangan anggap enteng tanda-tanda ini.

4. Meningkatnya risiko stroke

Anehnya, covid-19 juga dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke di antara pasien asimtomatik, ringan atau berat. Bahkan mereka yang tidak memiliki riwayat masalah jantung dapat mengalami stroke mendadak, yang selanjutnya dapat memperumit prognosis. Risiko stroke yang meningkat adalah kemungkinan komplikasi yang disebabkan oleh aliran darah yang tidak normal atau pembekuan.

Baca juga: 4 Fungsi Utama Posko Desa/Kelurahan PPKM Mikro yang Dibentuk Pemerintah 

5. Kerusakan ginjal

Menurut sebuah penelitian yang dirujuk oleh John Hopkins Medicine, penyumbatan pembuluh darah di ginjal dengan bekuan darah dapat meningkatkan risiko pasien gagal ginjal dan bahkan mempersulit dialisis. Risiko terbesar ada pada mereka yang menderita penyakit yang parah.

Ilustrasi covid-19. (Foto: User3802032/Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini