Pandemi Covid-19 Bikin Kulit Kering dan Sensitif, Kok Bisa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 611 2367458 pandemi-covid-19-bikin-kulit-kering-dan-sensitif-kok-bisa-4gXxn7uYdc.jpg Ilustrasi wajah kering (Foto : Timesofindia)

Dampak pandemi Covid-19 memengaruhi banyak hal, termasuk kesehatan kulit wajah. Ya, pandemi Covid-19 ternyata membuat banyak orang mengeluhkan kulit kering dan sensitif. Bagaimana bisa?

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Arini Astasari Widodo, SpKK, menerangkan bahwa hal tersebut memang ada kaitannya. Pandemi Covid-19 ini bisa membuat kulit wajah jadi kering atau sensitif.

"Di masa pandemi, orang yang mengeluhkan kulitnya sensitif itu meningkat, salah satu penyebabnya adalah stres," kata dr Arini dalam webinar beberapa hari lalu.

Kulit Wajah Kering

Dia menjelaskan, stres yang muncul akibat pandemi memberi semacam rangsangan pada neurologi tubuh dan ini yang kemudian membuat kulit Anda terasa lebih sensitif dari sebelumnya.

Tidak hanya menyebabkan kulit sensitif, pandemi juga membuat kulit kering. Kalau masalah ini, kata dr Arini, kaitannya dengan rutinitas sehari-hari.

Baca Juga : Kulit Kering Akibat Sering Cuci Tangan? Atasi dengan 4 Cara Ini

Ya, kulit menjadi lebih kering dari sebelum pandemi karena kita semua menggunakan masker dan karena kebiasaan itu, beberapa dari Anda malas untuk minum. "Kurangnya asupan cairan ke dalam tubuh yang kemudian menyebabkan kulit jadi kering," paparnya.

Dokter Arini menambahkan, kulit kering bisa terjadi juga karena Anda susah untuk mengontrol penggunaan pelembap wajah karena menggunakan masker. "Karena pakai masker, banyak dari masyarakat yang susah mengaplikasikan pelembap berulang," tambahnya.

Satu hal lagi yang jadi pemicu kulit kering meningkat selama pandemi adalah tidak banyaknya aktivitas yang Anda lakukan saat di rumah saja. "Poin ini pun penting, sadar atau tidak, ketika aktivitas Anda berkurang, produksi minyak pun jadi berkurang. Alhasil, kulit jadi lebih kering dari biasanya," ujar dr Arini.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini