Hobi Baru Orang Kaya di Masa Pandemi, Belanja Tas Seharga Rp200 Jutaan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 01:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 612 2367190 hobi-baru-orang-kaya-di-masa-pandemi-belanja-tas-seharga-rp200-jutaan-5TEQfXOnSo.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 nampaknya meningkatkan minat orang kaya belanja barang mewah. Meski mereka tidak memamerkan foto liburan super mahal di Instagram, tapi ternyata banyak dari sosialitas 'eksis' dengan jajan tas Birkin harga ratusan juta.

Menurut laporan New York Post, brand tas luxury asal Perancis, Hermes, mengatakan bahwa tas klasik Birkin dan Kelly yang harga rata-ratanya itu USD20.000 atau sekira Rp281 jutaan, sangat laku di masa pandemi. Total pembelian mencapai USD2,54 miliar atau Rp35,8 triliun.

Alasan kebanyakan para konglomerat belanja tas mewah adalah untuk mengobati rasa sedihnya tidak bisa jalan-jalan mewah ke luar negeri. Untuk mengobati rasa sedih, akhirnya mereka membeli tas mewah dan memamerkannya ke media sosial.

Tas mahal

Beberapa analis mengungkapkan bahwa jajan tas mahal menjadi hobi baru kaum konglomerat di masa pandemi, karena mereka terkungkung di rumah saja tidak bisa bepergian.

Secara detail, Hermes ternyata tidak terlalu terdampak pandemi dalam segi finansial. Berbeda cerita dengan brand luxury lainnya seperti Gucci atau LVHM yang agak goyah sedikit perekonomiannya.

"Gucci itu sangat kuat pembeliannya ketika orang-orang bepergian, opening store, atau premier koleksi terbaru dan karena pandemi, hal itu menjadi masalah," kata luxury expert, Michele Ateyeh.

Sementara itu, brand Hermes yang mengedepankan unsur klasik, banyak dilirik pasar dibandingkan produk fashion yang warnanya mencolok. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sosialita menilai barang tersebut akan punya nilai tersendiri dan dapat menjadi investasi yang menguntungkan di kemudian hari.

"Kalau ditanya warna apa yang paling laku, itu ada di abu-abu, hitam, emas, putih pudar, dan karamel," komentar Judy Taylor, pemilik Madison Avenue Couture.

Taylor mengatakan, ketika tokonya menaikkan harga jual barang, pasar pun tetap ramai. Fenomena semacam itu, sambungnya, bahkan hanya dialami saat pandemi ini.

"Kami bisa menjual tas di harga USD20.000 (Rp281,76 juta) di masa pandemi ini dan secara keseluruhan, toko kami mengalami kenaikan 30 persen lebih banyak tas terjual dibanding 2019. Ini penjualan terbanyak dalam 11 tahun berbisnis," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini