Perselingkuhan Nissa Sabyan-Ayus, Psikolog: Mengecam Keduanya, Tidak Menenangkan Korban

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 612 2367333 perselingkuhan-nissa-sabyan-ayus-psikolog-mengecam-keduanya-tidak-menenangkan-korban-Ft4YLC9bin.jpg Nissa Sabyan dan Ayus (Foto: Inst )

Perselingkuhan Nissa Sabyan dan Ayus Sabyan jadi konsumsi publik belakangan ini. Masyarakat banyak yang mengecam perilaku kedua pasangan selingkuh tersebut.

Psikolog Klinis Meity Arianty mengatakan, perbuatan netizen yang mengecam perselingkuhan keduanya, tidak menenangkan korban. Namun menambah masalah di rumah tangga Ayus dan istri sahnya dalam hal mengurus anak.

 perselingkuhan

"Jika ditarik ke efek jangka panjang, komentar netizen untuk pasangan selingkuh Nissa Sabyan dan Ayus bisa membuat istri menyimpan dendam. Ini bisa memengaruhi bagaimana pola asuh anak kedepannya," papar Meity pada Okezone melalui pesan singkat, Rabu (24/2/2021).

Ya, kalau pada akhirnya si istri sah sulit memaafkan perbuatan suaminya, Ayus, itu akan membuat komunikasi di antara mereka renggang. Akhirnya, saat si anak membutuhkan kehadiran kedua orangtuanya, sulit untuk mereka menemukan titik tengahnya.

Karena itu, Mei menyarankan agar netizen membatasi aksi menghina atau menyudutkan pelaku perselingkuhan yang mungkin dianggap sebagai bentuk dukungan pada korban. Sebab, pada kasus perselingkuhan, semua terlibat.

"Dalam pernikahan mereka pun kita enggak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi, semua hanya berdasarkan apa yang terlihat mata dan akhirnya mempersepsikan," papar Mei.

Lalu, apa yang bisa netizen lakukan jika kasus perselingkuhan lainnya terjadi?

Menurut Mei, yang bisa dilakukan masyarakat adalah bukan memanas-manasi, menambah masalah dengan tuduhan-tuduhan yang belum tentu benar, atau memojokkan salah satu pihak seolah membela pihak lainnya padahal netizen enggak sadar bahwa ada anak-anak yang butuh perhatian dan masih membutuhkan kedua orangtuanya.

"Jika netizen peduli dengan sang istri, maka yang bisa dilakukan adalah beri dukungan agar kuat dan tetap berpikir jernih untuk mengambil keputusan," saran Mei.

Dia menambahkan, bukan menambah kesakitannya dengan seolah-olah mendukung dengan menghujat suami dan pasangan selingkuhannya, karena mereka masih punya keluarga besar dan anak yang harus dibesarkan bersama.

"Jangan sampai mereka membesarkan anak dengan kebencian antara satu dengan yang lain," tambah Mei.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini