Belajar dari Belanda, Harusnya GeNose Hanya untuk Instansi Pemerintahan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 612 2367581 belajar-dari-belanda-harusnya-genose-hanya-untuk-instansi-pemerintahan-kgOu6LwAZr.jpg GeNose. (Foto: Okezone)

KEPUTUSAN pemerintah menggunakan GeNose sebagai alat skrining Covid-19 mendapat banyak tanggapan dari para ahli. Pasalnya teknologi skrining Covid-19 menggunakan sampel tes napas tersebut belum memiliki kajian ilmiah yang dipublikasikan.

Tentunya hal ini menjadi pertanyaan besar, sebab alat yang belum terbukti efektivitas dan validitasnya ini sudah digunakan untuk proses skrining, terhadap penumpang kereta api. Bahkan dalam waktu dekat GeNose juga akan digunakan di bandara dan pelabuhan.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, dr. Dicky Budiman mengatakan, seharusnya pemerintah Indonesia lebih berhati-hati dalam melakukan skrining menggunakan alat baru. Indonesia juga bisa mencontoh Belanda yang melakukan hal serupa.

"Sebagai perbandingan, Belanda yang melakukan hal serupa, tapi dia terapkan di fasilitas pemeriksaan pemerintahnya, bukan di tempat-tempat umum," ucap dr. Dicky saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (24/2/2021).

Lebih lanjut dr. Dicky menjelaskan bahwa GeNose seharusnya dalam uji pengamatan, serta belum dinyatakan secara resmi digunakan seperti saat ini. Dalam kasus ini istilah ilmiahnya masih dalam tahap diuji gunakan.

"Akhirnya Belanda juga memutuskan untuk dihentikan dulu karena potensi banyak negatif palsu. Dan negatif palsu ini bahaya sekali. Sebab orangnya ini membawa virus tapi tidak terdeteksi dan merasa aman juga," tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini