Tips Ajari Anak Pilah Sampah agar Lingkungan Lebih Sehat

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 612 2367800 tips-ajari-anak-pilah-sampah-agar-lingkungan-lebih-sehat-0aGZTwvvMq.jpg Ilustrasi. (Foto: Corbis)

MENGAJARI anak untuk mengenal jenis sampah bukan hal mudah. Namun orangtua perlu mengajari mereka agar ikut menjaga lingkungan.

Apalagi sampah plastik jadi permasalahan besar selama ini. Menurut Data BPS, sampah plastik di Indonesia sebanyak 6,4 juta ton per tahun, sekira 3,2 juta terbuang ke laut.

Hal ini sangat memprihatinkan karena sampah plastik butuh waktu lama untuk terurai. Sampah plastik bisa terurai 10-20 tahun dan botol plastik baru bisa terurai ratusan tahun.

Karena itu, dalam lingkup keluarga harus mengubah perilaku untuk menjaga lingkungan. Sederhananya, ya, Anda harus bisa memilah jenis sampah, membawa tumbler saat pergi keluar rumah, hingga belanja tak lagi menggunakan kantung plastik.

Baca Juga: Tanggulangi Banjir, Tak Cukup dengan Pengelolaan Sampah Semata

Seorang ibu bisa mengajari anaknya untuk melakukan hal ini. Begitu juga dengan ayahnya harus ikut terbiasa melakukan hal sama.

 sampah

Pegiat Lingkungan Dila Hadju mengatakan, kalau dengan anak tantangannya besar. Namun orangtua harus mengubah perspektif.

"Perspektif itu jangan dijadikan sebagai beban, tapi justru harus yang menyenangkan. Mengajari anak untuk mengenal lingkungan, misal berkebun," katanya saat webinar New Ways of Shopping: Rethink & Reuse Super Indo.

Selain itu, kata dia, saat berbelanja di supermarket atau toko kelontong, ajari anak untuk membawa kantung belanja bukan sekali pakai. "Kalau terpaksa beli produk yang dari plastik tentu harus dipilah," katanya.

Setelah membeli produk botol atau cup minuman, bisa diubah menjadi barang bermanfaat di rumah. Misalnya menyulapnya menjadi pot dengan cara dicat.

"Kalau pengalaman anak saya itu, cup atau botol dicat untuk menanam. Tanamannya akan tumbuh dan menanti benar-benar, kalau lihat akan menyenangkan," terangnya.

Dikatakan Dila, orangtua juga perlu mengajari anak untuk melakukan pemilahan sampah. Anak belum bisa membaca, biasanya mereka mengenal warna.

"Dari anak dan anggota keluarga lain tanpa harus baca label sampah, dari warna, biru daur ulang, kuning beling, plastik, hijau organik, kalau merah itu b3 berbahya, dan seterusnya," bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini