Vaksin Pfizer Diklaim 89% Efektif Cegah Infeksi Covid-19 di Israel

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 481 2368027 vaksin-pfizer-diklaim-89-efektif-cegah-infeksi-covid-19-di-israel-AHApQwyGOl.jpg Ilustrasi Vaksin Pfizer untuk cegah persebaran covid-19. (Foto: Freepik)

VAKSIN Pfizer dan BioNTech diklaim mampu menghentikan persebaran covid-19 di Israel. Ini tentu menjadi kabar baik bagi dunia, karena klaim sebelumnya vaksin covid-19 hanya mampu mengurangi gejala yang muncul ketika seseorang terinfeksi.

Menurut laporan Bloomberg, Kamis (25/2/2021), Vaksin Pfizer yang sudah disuntikkan sejak 20 Desember 2020 di Israel menunjukkan data 89,4 persen efektif mencegah infeksi yang dikonfirmasi di laboratorium.

Baca juga: Perhatikan Lagi, Tips Aman Olahraga di Masa Pandemi Menurut Dokter 

Artinya, orang yang terinfeksi covid-19 tanpa gejala ketika divaksin dimungkinkan tidak akan menyebarkan virus ke orang lain. Namun, informasi tersebut masih terus diuji.

Perusahaan farmasi tersebut bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Israel dalam analisis observasi awal. Namun, beberapa ilmuwan membantah akurasinya.

Vaksin covid-19. (Foto: 8photo/Freepik)

Israel yang menjadi negara terbanyak jumlah penerima vaksinasi covid-19 di dunia pun mengklaim bahwa Vaksin Pfizer 99 persen efektif mencegah kematian akibat virus.

"Semua data itu perlu kami lihat untuk memperkirakan potensi mencapai herd immunity dengan vaksinasi," kata Raina Maclntyre, profesor biosekuriti di Universitas New South Wales di Sydney.

Baca juga: Waspada Covid-19 Memasuki Aliran Darah, Kenali 5 Tandanya 

"Kami juga harus melihat data yang dipublikasi dalam jurnal Peer-Review dan dapat memeriksa data secara detail," lanjutnya.

"Terdapat catatan, studi ini ternyata tidak dirancang khusus untuk mengukur pengurangan penularan SARS-CoV2 karena menggunakan data pengujian nasional tanpa memperhitungkan perbedaan tingkat pengujian antara orang yang divaksinasi dan yang tidak," terang Zoe McLaren, profesor di school of public policy di Universitas Maryland Baltimore County.

Jadi, studi ini membandingkan jumlah kasus yang dilaporkan antara mereka yang telah divaksinasi penuh dan mereka yang belum divaksinasi. Tetapi orang yang divaksinasi cenderung tidak dites, sehingga datanya akan kurang dari jumlah kasus, terutama kasus asimtomatik.

"Artinya, penurunan sebenarnya dalam transmisi lebih rendah dari perkiraan yaitu 89,4 persen," kata McLaren.

Baca juga: Alasan Lansia Jadi Prioritas Disuntik Vaksin Covid-19 

"Berapa berpengaruhnya? Ya, kami membutuhkan lebih banyak bukti untuk mengetahui dengan pasti. Tapi, kami yakin bahwa Vaksin Pfizer itu mampu mengurangi penularan dan itu akan menjadi kabar baik bagi dunia," tambahnya.

Sekira 80 persen kasus SARS-CoV2 di Israel selama periode waktu penelitian yaitu 17 Januari hingga 6 Februari kebanyakan disebabkan oleh jenis yang lebih mudah menular yang pertama kali diidentifikasi dalam program vaksinasi Israel di Inggris yang dimulai tepat sebelum varian B.1.1.7 muncul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini