Covid-19 Diprediksi Hilang pada April 2021, Epidemiolog: Tidak Realistis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 481 2368346 covid-19-diprediksi-hilang-pada-april-2021-epidemiolog-tidak-realistis-2d0IM20pTm.jpg Pandemi virus corona (Foto:The Scientist)

Pandemi Covid-19 mulai menemukan titik terang setelah World Health Organization (WHO) menyebut bahwa telah terjadi penurunan kasus global yang cukup signifikan. Penurunan kasus Covid-19 menurun hingga sebesar 16 persen.

Kolumnis Kesehatan, Martin Makary bahkan memprediksi sebagian besar penyakit Covid-19 bakal hilang pada April 2021. Pernyataan ini diberikan berdasarkan data laboratorium, matematika, literatur, dan percakapannya dengan para ahli. Namun apakah prediksi tersebut bakal benar terjadi?

Vaksinasi Covid-19

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, dr. Dicky Budiman mengatakan, prediksi Covid-19 akan hilang pada April 2021 tidak terlalu realistis. Sebab jika berbicara dari cakupan vaksinasi pun belum bisa diandalkan ke arah itu.

“Cakupan vaksinasinya selain masih menghadapi tantangan dimulai dari keberhasilan dan sisi operasionalnya juga supply ini masih menjadi masalah. Masalah besar lainnya ada strain baru,” terang dr. Dicky, kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (25/2/2021).

Selain itu saat ini penelitian juga belum bisa menjawab, berapa lama imunitas yang timbul akibat dari vaksinasi Covid-19. Jika imunitasnya tidak lebih dari satu tahun, maka akan memerlukan upaya tambahan lainnya, salah satunya adalah peningkatan booster dan tetap menjaga protokol 3T 5M.

“Pandemi Covid-19 akan berakhir itu sulit, apalagi dengan waktu sesingkat ini. Karena masih terlalu banyak orang yang belum memiliki antibodi, baik secara natural maupun melalui vaksinasi. Kedua juga karena adanya strain baru yang semakin banyak,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini