Cara Membedakan Klinik Kecantikan Abal-Abal dengan yang Legal

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 611 2368124 cara-membedakan-klinik-kecantikan-abal-abal-dengan-yang-legal-AMpCSRnT5P.jpg Perawatan di klinik kecantikan (Foto: Istock)

Masyarakat harus semakin cerdas dalam memilih klinik kecantikan. Jangan sekadar percaya dengan janji yang ditawarkan, tapi riset mendalam tentang klinik kecantikan tersebut pun perlu Anda lakukan.

"Riset itu penting supaya Anda tidak salah dalam memilih klinik kecantikan. Ingat, tujuan Anda datang ke klinik itu untuk membuat wajah lebih sehat dan terawat dengan baik, bukan malah merusaknya," kata Dokter Aesthetic Physician Maharis Clinic Jakarta, dr Ellen Theodora di iNews Siang, Kamis (25/2/2021).

 Dokter Ellen

Untuk mengenali apakah klinik kecantikan tersebut bersertifikat atau legal, ada beberapa poin yang harus diperhatikan. Pertama adalah soal izin klinik tersebut.

"Pada dasarnya, klinik kecantikan yang legal itu memasang izin klinik secara umum. Tentunya itu dimaksudkan agar masyarakat percaya bahwa klinik tersebut legal," terangnya.

Dokter Ellen melanjutkan, poin berikutnya adalah memastikan dokter yang berpraktik di klinik itu punya surat izin praktik. Kemudian, apakah dokter itu cukup aktif di media sosial.

Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial itu penting di era sekarang. "Termasuk di dalamnya review klinik ataupun dokter yang menangani. Anda bisa cek semuanya di media sosial. Sekarang informasi sangat terbuka dan Anda bisa mengeceknya di internet," papar dr Ellen.

Jadi, terkait background pendidikan si dokter dan pengalaman bekerjanya itu juga bisa jadi bahan pertimbangan Anda dalam menentukan klinik kecantikan. Termasuk juga memastikan benarkah dia dokter sebenarnya atau hanya gelar semata.

"Poin terakhir, jangan ragu untuk mengecek produk yang ditawarkan klinik kecantikan itu. Lagi-lagi itu ada semua di media sosial atau internet. Ini juga membuat Anda jadi konsumen bijak, tidak asal menggunakan produk kecantikan yang tidak tahu asalnya," tambah dr Ellen.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini