Kecanduan Instagram dan Gadget Bikin Remaja Cemburuan hingga Rentan Bunuh Diri

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 612 2368068 kecanduan-instagram-dan-gadget-bikin-remaja-cemburuan-hingga-rentan-bunuh-diri-BqzGuKs9JT.jpg Ilustrasi remaja kecanduan media sosial (Foto : Slate)

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa semakin lama remaja menatap layar, ada hubunganya dengan keinginan mereka untuk bunuh diri. Selain itu, kecanduan Instagram membuat remaja gampang cemburu. Studi ini diterbitkan di Journal of Youth and Adolescence.

Laporan studi itu menjelaskan, remaja perempuan yang menghabiskan banyak waktu untuk menonton film, bermain video games, atau memantau media sosial di ponsel selama satu dekade dapat memprediksi pikiran untuk bunuh diri di kemudian hari.

Secara khusus, anak perempuan yang menghabiskan waktu 2 hingga 3 jam di depan ponsel perharinya, terbukti memiliki koneksi yang mengkawatirkan. Hal tersebut juga berlaku pada remaja laki-laki yang dekat dengan konten cyberbullying di ponselnya. Mereka rentan memiliki pikiran bunuh diri di usia dewasa muda.

Kecanduan Gadget

Penulis studi, Sarah Coyne yang juga seorang direktur asosiasi School of Family Life di Universitas Brigham Young, mempelajari kelompok remaja yang sama selama periode 10 tahun, dimulai pada usia 13 tahun.

"Ini korelasional, bukan penyebab. Jadi, kami tekankan bahwa semakin lama menatap layar ponsel, ada korelasinya si anak untuk memiliki pikiran bunuh diri. Bukan penyebab," tegasnya pada New York Post. Dia juga mencatat bahwa hal itu dapat dipengaruhi oleh pengalaman negatif selama mereka berselancar di media sosial.

Kecanduan Gadget

Menonton tv berlebihan misalnya, dapat menghalangi pengalaman sosial formatif lainnya. Artinya, si anak jarang berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain secara langsung karena terlalu asyik dengan hidupnya sendiri di depan layar tv.

Baca Juga : Potret Menggoda Gabriella Larasati, Bra Birunya Menyembul!

Baca Juga : Seksinya Pamela Safitri Pakai Bra Top Foto Bareng Ovi Sovianti, Duet Terheboh Comeback?

Sementara itu, bagi remaja yang candu dengan Instagram dan TikTok, mereka rentan mengalami perasaan cemburu, cemas, dan ketakutan karena merasa ditinggalkan atau kurang dari remaja lainnya. "Remaja itu belum siap untuk semua yang akan mereka temui di media sosial," ungkap Coyne.

Di sisi lain, belajar dari rumah dengan mengandalkan ponsel pintar dikhawatirkan banyak orangtua. Terlebih, di New York belum lama ini ada kasus tiga murid bunuh diri karena merasa tertekan sekolah di rumah. Mereka merasa tidak senyaman belajar tatap muka langsung di sekolah.

Meski begitu, PJ Wenger, seorang terapis keluarga dan spesialis di Fakultas Kesehatan Mental Universitas Rutgers, mengatakan bahwa orangtua jangan terlalu panik dan kemudian menyita ponsel anak-anak mereka di masa pandemi yang penuh tekanan ini.

"Tidak ada kaitan secara jelas peningkatan waktu bermain depan layar dengan bunuh diri. Namun, menarik diri dan tidak berhubungan dengan keluarga atau teman adalah salah satu tanda bahwa seseorang bisa saja melakukan bunuh diri," terang Wenger.

Kecanduan Gadget

Solusi dari masalah ini, kata Wenger, ialah tidak masalah orangtua membatasi jam menggunakan ponsel. "Jika si anak menghabiskan waktu dalam seharinya lebih banyak di depan ponsel atau tv, Anda harus mengendalikan kondisi tersebut," tegasnya.

"Selain membatasi waktu, ajaklah anak Anda untuk melakukan aktivitas offline, sesederhana misalnya pergi keluar sebentar atau melakukan aktivitas bermain bersama," sambungnya. "Kami tahu bahwa koneksi adalah bagian yang sangat penting untuk membantu orang tidak merasa tertekan."

Coyne coba memberi gambaran batasan waktu yang bisa diterapkan orangtua ke anaknya. "Kalau aku, si kecil boleh menggunakan ponsel itu cukup 20 hingga 30 menit sehari. Aku pun membiasakan anak untuk berpikir kritis dan disiplin dengan jam 'medsos' yang sudah ditetapkan di rumah," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini