Gabungkan Kebaya Merah dan Batik Wahyu Tumurun, Ini Makna Busana Selvi Ananda

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 194 2368934 gabungkan-kebaya-merah-dan-batik-wahyu-tumuran-ini-makna-busana-selvi-ananda-Me0OT7RWsW.jpg Selvi Ananda berkebaya merah (Foto: Inst Gibran Rakabuming_Official)

Gibran Rakabuming resmi dilantik menjadi Wali Kota Solo pada Jumat (26/2/2021). Ditemani sang istri, Selvi Ananda, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut datang menuju tempat pelantikan di Gedung DPRD Kota Solo.

Dalam acara pelantikan itu, Gibran tampak gagah dengan baju dinas berwarna putih. Sementara Selvi menggunakan kebaya berwarna merah dibalut dengan kain batik berwarna cokelat tua. Keduanya tampak serasi saat berfoto bersama.

 Selvi Ananda pakai kebaya dan batik

Designer Motif Batik dan Penggiat Batuk Tulis Pewarna Alami, Agnes Dwina Herdiasti menerangkan, motif kain batik yang digunakan Selvi selama menemani pelantikan sang suami adalah Wahyu Tumurun.

“Memang tidak terlalu sama sama yang biasa saya lihat, tapi ada kemiripan objek-objeknya. Wahyu Tumurun biasa dipakai di acara-acara pernikahan,” terang Dwina saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (26/2/2021).

Dwina menjelaskan arti literal Wahyu Tumurun adalah wahyu atau petunjuk dari Yang Maha Kuasa yang diturunkan kepada sang pemakai. Ada beberapa objek yang biasanya digunakan dalam objek Wahyu Tumurun, diantaranya adalah:

1. Burung garuda yang merupakan simbol alam kadewatan (dewa-dewa)

2. Mahkota dan dampar atau singgasana yang merupakan simbol kekuasaan.

3. Tanaman atau hewan yang mewakili bumi

Lebih lanjut, sejak dahulu setiap ada pergantian pemimpin, bahkan mungkin sampai sekarang di beberapa daerah sering disebutkan bahwa pemimpin terpilih adalah yang 'kejatuhan wahyu'.

“Artinya ada pertanda dari alam, misalnya berupa bintang atau yang lain, yang menunjukkan seorang pemimpin yang terpilih,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini