Waspadai Pneumonia, Infeksi Paru yang Ditandai Sering Merasa Lelah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 481 2368752 waspadai-pneumonia-infeksi-paru-yang-ditandai-sering-merasa-lelah-5cKkcT6Hm0.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Ahli Paru di NewYork-Presbyterian dan Columbia University Irving Meical Center, dr Luke Benvenuto, MD, mengartikan secara sederhana pneumonia sebagai penyakit infeksi jaringan-paru-paru.

Namun, mendefinisikan penumonia sejatinya tidak sesederhana itu. dr Benvenuto menerangkan, penyakit ini susah didiagnosis secara pasti dan pengobatannya sering kali bergantung pada dugaan dokter.

Pneumonia

Pneumonia bisa menjadi penyakit yang serius bahkan fatal. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hampir 50.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat pneumonia. Penyakit ini juga tercatat menyebabkan 1 juta kunjungan rumah sakit setiap tahun.

Baca Juga : Gaya Amanda Manopo Naik Moge Bikin Netizen Syok: Bu Bos Gagah

Bicara soal gejala, secara umum pneumonia diakibatkan oleh bronkitis atau infeksi saluran pernapasan. Gejala pneumonia yaitu kelelahan, demam, dan batuk. Sangat umum, bukan?

"Ketidakpastian dan kekhawatiran dalam mendiagnosis itu yang membuat dokter berhati-hati dalam meresepkan antibiotik untuk berjaga-jaga jika pasien memang menderita pneumonia," papar Benvenuto.

Baca Juga : Beda Gejala Pneumonia dengan Flu Biasa, Apa Saja?

Apa penyebab pneumonia?

Dokter Benvebuto menerangkan bahwa paling umum pneumonia disebabkan oleh bakteri, bukan virus. Tapi, kejadian pneumonia akibat virus juga bisa ditemukan. "Yang paling jarang itu disebabkan oleh jamur," tambahnya singkat.

Orang dengan sistem kekebalan rendah sangat berisiko mengalami pneumonia. Tidak hanya itu bayi dan lansia juga merupakan kelompok rentan terserang pneumonia.

Lantas, kapan Anda harus mendatangi dokter?

Menurut dr Benvebuto, jika Anda mengalami demam dan sesak napas. Anda juga mesti segera ke dokter jika gejala yang muncul bertahan dalam durasi waktu lama dan semakin buruk. "Hitungan itu, jika gejala bertahan selama lebih dari 3 hari dan semakin buruk," jelasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini