Hipertensi Jadi Komordib Tertinggi Pasien Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 481 2368779 hipertensi-jadi-komordib-tertinggi-pasien-covid-19-hk2tepmyAy.jpg Pasien Covid-19 (Foto: Reuters)

Hipertensi tercatat menjadi penyakit penyerta atau komorbid tertinggi bagi pasien terinfeksi Covid-19 di dunia. Bahkan sangat diwaspadai karena dapat memicu kematian, akibat komplikasi antara keduanya (hipertensi dan Covid-19).

"Data terkini menyebutkan bahwa hipertensi merupakan komorbid tertingi Covid-19, di dunia termasuk di Indonesia, dengan perbandingan di AS sebanyak 56,6 persen, China 58,3 persen, Italia 49 persen serta Indonesia 50,5 persen," ujar Chairman of Organizing Committee 15 th Annual Scientific Meeting of InaSH, dr. Frits Reinier Wantian Suling, Sp.JP(K), FIHA dalam konferensi pers InaSH Scientific Meeting ke-15 secara virtual, Jumat (26/2/21).

 pasien Covid-19 mengalami hipertensi

Ia menjelaskan, angka kematian akibat hipertensi di dunia termasuk di Indonesia hingga saat ini masih stagnan. Angka kematian hipertensi seluruh dunia dilaporkan lebih dari 9,4 juta setiap tahunnya.

"Merupakan yang tertinggi dibandingkan penyakit-penyakit lainnya, baik di negara-negara maju maupun yang sedang berkembang bahkan di negara-negara tertinggal sekalipun," terangnya.

Selain itu, pengelolaan hipertensi di masa Covid-19 apabila ditinjau dari segi regimen terapi sebenarnya sama dengan era non Covid atau sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

"Masalah yang dihadapi yaitu enggannya pasien hipertensi untuk follow up ke rumah sakit atau Puskesmas karena adanya batasan-batasan dan untuk menghindari paparan Covid-19. Dalam situasi seperti ini, maka pengukuran tekanan darah sendiri di rumah menjadi penting," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral InaSH, dr. Eka Harmeiwaty, SpS mengatakan, untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat hipertensi perlu dilakukan deteksi dini pada kelompok usia dewasa yang berumur 18 tahun ke atas.

”Untuk di lapangan kadangkala terdapat kendala dalam menegakkan diagnosis pasti hipertensi, karena dari dari hasil pengukuran ada kategori lain yaitu white coat hypertension (hipertensi jas putih) dan masked hypertension (hipertensi terselubung)," katanya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini