Pengobatan Pasien Kanker Paru Tak Hanya Obat dan Terapi

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 481 2368891 pengobatan-pasien-kanker-paru-tak-hanya-obat-dan-terapi-w6aEXcIaFj.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Bagi seseorang yang didiagnosa menderita kanker paru, mungkin akan terkejut dan mentalnya mulai tergoyahkan karena penyakit ini salah satu yang memicu kematian. Untuk mengobatinya, pasien harus menjalani pengobatan, hingga kemoterapi.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), DR. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) mengatakan, selain pengobatan pasien kanker paru-paru juga butuh dorongan mental yang kuat. Khususnya dari orang di sekitarnya.

"Bahwa dalam tatalaksana kanker paru bukan saja hanya masalah medis. Tetapi masalah psikologis," katanya dalam peluncuran buku 'Bersahabat dengan Kanker Paru: Kumpulan Kisah Inspiratif Pentintas Kanker Paru secara virtual, Kamis (25/2/21).

Pasien Kanker

Dokter Agus melanjutkan, dari data Kementerian Kesehatan RI, bahwasannya kanker paru menjadi kasus kanker terbanyak di Indonesia. Salah satu pemicunya adalah polusi udara yang kotor, hingga merokok.

Dalam proses pengobatan dan kemoterapi, pasien kanker paru sangat butuh dorongan lebih supaya lebih semangat, dan tidak putus asa karena penyakit yang sedang dideritanya.

Baca Juga : Gaya Amanda Manopo Naik Moge Bikin Netizen Syok: Bu Bos Gagah

Baca Juga : Emma Watson Diisukan Pensiun Akting, Kenang Lagi Potret Cantiknya

Selain itu diluncurkannya buku tersebut, diharapkan dapat memotivasi para pasien kanker agar lebih semangat. Ditambah buku ini juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, guna sebagai penyemangat hidup bagi mereka yang terkena cancer.

"Bisa jadi suatu penyemangat, bahwa penderita kanker paru bisa survive (mendengar) cerita yang berdampak baik," terangnya.

Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC), Aryanthi Baramuli mendukung para paisen kanker paru agar terus bersemangat melawan sakitnya. Terlebih setelah membaca buku tersebut yang ditulis langsung oleh para penyintas kanker.

"Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker, khususnya kanker paru," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini