WHO: Paspor Vaksin Tak Jamin Pelancong Aman dari Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 481 2368949 who-paspor-vaksin-tak-jamin-pelancong-aman-dari-covid-19-KH0ZSOzLFj.jpg Pelancong tak aman dari Covid-19 (Foto: Woe Magazine)

Terkait ramainya rumor seputar paspor vaksin sebagai indikator aman untuk orang-orang yang melakukan perjalanan atau traveling dengan mobilitas tinggi, akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO angkat bicara soal isu ini.

Merespon isu soal paspor vaksin, WHO diketahui sudah merilis pernyataan, berisi peringatan kepada pemangku kepentingan transportasi bahwa izin semacam paspor vaksin tidak bisa menjadi jaminan, tidak akan menjamin bahwa para pelancong jadi aman dan kebal dari penyebaran Covid-19 antara satu sama lain.

 Vaksin Covid-19

“Bukti kalau sudah divaksinasi akan menjadi persyaratan yang diperdebatkan, karena masih ada lebih banyak hal-hal penting yang tidak diketahui terkait kemanjuran vaksinasi dalam mengurangi penularan,” bunyi pernyataan WHO, seperti dikutip Ny Post, Jumat (26/2/2021).

WHO menegaskan, orang–orang yang sudah divaksin tetap tidak boleh jadi pengecualian dari upaya mengurangi resiko penularan selama melakukan perjalanan.

“WHO merekomendasikan bahwa orang yang divaksin tidak boleh dibebaskan dari tindakan pengurangan risiko perjalanan lainnya,” tertera dalam pernyataan yang ditulis 5 Februari lalu.

Menurut WHO, orang-orang yang tidak memiliki akses mendapatkan vaksin Covid-19 akan secara tidak adil kebebasannya bergerak terhambat, jika bukti status vaksinasi misalnya lewat paspor vaksin tersebut jadi syarat seseorang untuk masuk atau keluar dari suatu negara.

Senada dengan WHO, Dr. Deepti Gurdasani, Epidemiolog Klinis di Queen Mary University of London, Inggris menyebutkan, untuk saat ini ide paspor vaksin tersebut tidak didukung dengan bukti-bukti ilmiah yang cukup.

“Saya dapat melihat bahwa itu mungkin berguna dalam jangka panjang, tetapi saya khawatir ketika saya pikir bukti ilmiah tidak mendukungnya. Kita baru tahu sangat sedikit tentang keefektifan vaksin dalam mencegah infeksi atau bahkan penyakit tanpa gejala terhadap beberapa varian yang beredar di berbagai negara,” pungkas Dr. Deepti.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini