Vaksinasi Covid-19 Terhambat SDM, Indonesia Disarankan Tiru AS

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 612 2368842 vaksinasi-covid-19-terhambat-sdm-indonesia-disarankan-tiru-as-La0jwpAHsf.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PROGRAM vaksinasi Covid-19 telah dimulai sejak 13 Januari 2021, cenderung tidak memiliki masalah. Meski demikian, bukan berarti tidak ada tantangan di balik program tersebut. Tantangan tersebut memang bukan hanya untuk Indonesia tapi juga untuk level global.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, dr. Dicky Budiman, mengatakan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yakni vaksinator menjadi masalah operasional yang dialami pemerintah Indonesia.

Oleh sebab itu, ia menyarankan pemerintah berkaca pada pengalaman Amerika Serikat (AS) yang telah terlebih dahulu sukses dalam program vaksinasi Covid-19. Hal tersebut terbukti dari penurunan kasus Covid-19 secara global hingga 16 persen.

“Untuk mencapai vaccination rate yang ideal, tentu kita harus memiliki perhitungan sebagai rujukan dalam hal itu keberhasilan yang dilakukan di Amerika Serikat,” ucap dr. dicky, saat dihubungi oleh MNC Portal Indonesia melalui pesan singkat, Kamis 25 Februari 2021

Ia menjelaskan, AS memiliki standar dalam melakukan vaksinasi. Misalkan sebanyak 5.000 target orang yang divaksinasi dalam sehari, AS bisa melakukannya dalam 12 jam sehari dengan 300 vaksinator. Mereka menggunakan sistem rotasi (shift), yang dibuka mulai pukul 7 pagi, hingga pukul 7 malam di tempat atau area terbuka.

“Dalam 12 jam ini menghasilkan target yang sesuai. Kalau kita mau 1 juta, dan 5 ribuan (target) di suatu tempat, ya kita perlu kurang lebih 200 lokasi seperti itu. Dengan estimasi jumlahnya 200 dikali 300 vaksinator. Dengan syarat lain suplai dan distribusinya tidak terganggu,” tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini