Peneliti Sebut Buka Jendela Kelas Lebih Efektif daripada Anak-Anak Pakai Masker

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 612 2369110 peneliti-sebut-buka-jendela-kelas-lebih-efektif-daripada-anak-anak-pakai-masker-19QLK2WYQw.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEGIATAN belajar mengajar di Indonesia memang akan kembali digelar secara tatap muka. Namun, semua ini baru dilakukan setelah pemberian vaksin Covid-19 pada tenaga pengajar terlaksana.

Nah, salah satu protokol kesehatan yang harus dilakukan adalah mengenakan masker sepanjang dan menjaga jarak selama berada di sekolah. Tapi, Profesor Calum Semple, penasihat ilmiah anggota Scientific Advisory Group for Emergencies (SAGE) menyebutkan, peraturan memakai masker pada anak-anak dinilai sebagai langkah yang kurang efektif.

Mengutip Newsandstar, kepada BBC Radio 4, Profesor Calum mengatakan ia pribadi kurang setuju dengan penerapan aturan anak-anak sekolah dasar tersebut harus menggunakan masker sepanjang hari selama berada di sekolah.

“Anak-anak sekolah dasar adalah kelompok risiko terendah, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi masyarakat. Ada data yang sangat bagus, yang menunjukkan bahwa anak-anak setengah dari sepertiga kemungkinan tertular virus," katanya.

"Ketika bicara soal transmisi, anak-anak mungkin hanya setengah risiko dari orang dewasa untuk menularkan virus,” ujar Profesor Calum.

Alih-alih memakai masker, Profesor Calum menilai membuka jendela ruang kelas dan meningkatkan kualitas ventilasi di sekolah jadi strategi yang lebih efektif untuk mengurangi penularan Covid-19.

"Risiko itu sebetulnya semakin bertambah kecil, di grup usia yang semakin muda. Jika harus investasi untuk mengubah lingkungan untuk anak-anak dan orang dewasa. Saya pilih untuk meningkatkan sistem ventilasi, membuka jendela-jendela, meningkatkan pertukaran udara. Ini cara lebih efektif untuk mengurangi penularan di sekolah," lanjutnya.

Ketika ditanya bagaimana tentang risiko terhadap para guru, Profesor Calum mengatakan data menunjukkan bahwa guru pergi ke sekolah sebagai tempat kerja yang tidak lebih berisiko, daripada orang-orang di masyarakat umum berkehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja normal masyarakat umum tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini