BPOM Diimbau Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara seperti Halnya Sinovac

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 27 Februari 2021 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 481 2369342 bpom-diimbau-dorong-pengembangan-vaksin-nusantara-seperti-halnya-sinovac-mcUc2dn7dS.jpg Ilustrasi Vaksin Nusantara untuk mencegah persebaran covid-19. (Foto: Freepik)

BEBERAPA waktu belakangan hadir Vaksin Nusantara yang dikembangkan oleh mantan menteri kesehatan dr Terawan Agus Putranto bersama Tim Peneliti di Laboratorium RSUP dr Kariadi Semarang dan Universitas Diponegoro.

Hasil uji klinis tahap awal Vaksin Nusantara disebut telah memenuhi aspek keamanan karena tidak menimbulkan efek samping berarti. Kemudian dianggap menghasilkan peningkatan antibodi pada tubuh.

Terkait hal ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pun diminta mendorong upaya pengembangan Vaksin Nusantara yang asli buatan dalam negeri. BPOM diharapkan memberikan ruang yang sama bagi Vaksin Nusantara seperti halnya vaksin produksi Sinovac Biotech yang telah digunakan masyarakat Indonesia.

"Mungkin sebaiknya BPOM didorong untuk adil dengan memberikan fasilitas yang sama seperti saat Vaksin Sinovac akan digunakan," kata mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan, dalam diskusi virtual bertajuk 'Setahun Pandemi, Apa Kabar Vaksin Anak Bangsa?', Jumat 26 Februari 2021.

Baca juga: BPOM Masih Evaluasi Hasil Uji Klinis Pertama Vaksin Nusantara 

Ia melanjutkan, fair adalah prosedur dan perlakuan BPOM terhadap Vaksin Sinovac juga harus diterapkan sama seperti terhadap Vaksin Nusantara.

"Fair dalam artian kemudahan apa, fasilitas apa, yang pernah diberikan kepada Sinovac, itu juga harus diberikan kepada Vaksin Nusantara ini, minimal itu," ungkap Dahlan yang mengaku mendukung Vaksin Nusantara hingga bersedia menjadi relawan uji klinis tahap II.

Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

Ia melanjutkan, Vaksin Nusantara yang digagas mantan menteri kesehatan Terawan Agus Putranto ini menunjukkan perkembangan menggembirakan setelah lulus uji klinis tahap pertama.

"Betul-betul diteliti 28 orang yang sudah menjalani itu, dalam waktu yang cukup, dalam penelitian yang cukup, tidak ada efek samping, kemudian memang timbul imunitas," ucap Dahlan.

Baca juga: Benarkah Vaksin Nusantara Bikin Kebal Covid-19 Seumur Hidup? 

Jika lulus uji klinis dan memperoleh izin edar lalu diproduksi, kata Dahlan, maka Vaksin Nusantara akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di tengah perlombaan vaksin global.

"Terlalu banyak negara-negara besar dan negara miskin yang antre menunggu vaksin, kenapa tidak dari kita?" ungkapnya.

Pembicara lainnya dalam diskusi ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, menjelaskan telah menerima laporan mengenai hasil uji klinis sementara yang menyimpulkan kekebalan tubuh dari Vaksin Nusantara berjalan baik.

"Uji klinis tahap I bagus, tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Antibodi yang dihasilkan tinggi sekali," jelasnya.

Menurut dia, BPOM perlu mendorong atau jika perlu ikut terlibat untuk meneliti lebih jauh keunggulan Vaksin Nusantara. Adapun Parlemen Senayan akan memberi dukungan penuh terhadap semua pengembangan vaksin dalam negeri.

"Bukan cuma menunggu laporan dari tim, jadi BPOM menjadi tim yang terlibat. Misalnya kurang prosedur, untuk itu kami terus mendorong sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Baca juga: Terawan: Vaksin Nusantara Bisa Diproduksi 10 Juta Dosis per Bulan 

Ia pun mengharapkan Vaksin Nusantara terus dikembangkan hingga lulus uji klinis dan diproduksi secara massal. Apalagi Vaksin Nusantara akan memiliki keunggulan dibanding vaksin lain yakni cocok diberikan pada individu dengan komorbid. Sehingga, menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia yang tidak bisa mendapatkan vaksin biasa.

"Jika benar dapat diberikan pada individu komorbid maka penemuan ini tentu akan mengubah metode vaksin dunia. Kita akan menjadi negara yang disegani dan akan membuat jasa besar," ujarnya.

Sementara Deputi 7 Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto menyambut baik hadirnya pengembangan Vaksin Nusantara. Ia menjelaskan, jika Vaksin Nusantara dapat diberikan pada pasien komorbid maka akan memecahkan satu masalah penting penanganan covid-19 di Indonesia.

"Untuk vaksin nusantara merupakan solusi yang ditawarkan bagi pasien komorbid, untuk penyakit penyerta ini, jadi Pak Terawan dengan Undip diharapkan bersama kita semua dapat bersinergi," jelasnya.

Baca juga: Fakta-Fakta Vaksinasi Gotong Royong, Gratis hingga Tidak Gunakan Sinovac 

BIN sendiri, lanjut dia, terlibat sejak awal untuk memutus rantai persebaran covid-19, termasuk mendukung pengembangan vaksin karya anak bangsa.

"BIN berperan menghadapi covid bekerja sama dengan UGM untuk pengembangan testing GeNose dan research virus Indonesia, serta dengan TNI Ad dan Unair untuk pengembangan obat covid-19, Eijkman untuk perbesar testing covid-19 dan pengembangan vaksin merah putih," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini